I WANT TO BE ME

I WANT TO BE ME

  • WpView
    LETTURE 23
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 21, 2022
Seorang mahasiswa kedokteran yang berusaha keras mengejar mimpinya dan selalu ingin melakukan yang terbaik. cukup teliti dan teratur dalam melakukan hal apapun. Menerima dan mendengarkan pendapat orang dengan baik. Sangat ramah terhadap orang lain. Tetapi, ditengah perjalanan mennggapai mimpinya, dalam hatinya bertanya, "apakah yang aku lakukan selama ini benar ? apakah diriku ini memang seperti diriku yang sebenarnya ?"
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Heartbeat Trauma
  • FUTURE DOCTOR |NCT OT23 [ON GOING]
  • Komandan Tampanku
  • Jurnal Dokter Muda
  • Hopeword : The Dreams
  • Heartbeats of the ER [END]
  • serpihan hati
  • When You Heal My Heart (HEEJAKE) END
  • We Have A Dream

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti