Ditagih Utang Anak Sendiri

Ditagih Utang Anak Sendiri

  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 23, 2022
Sedayu memiliki tiga orang anak bernama Wira, Arya dan Aira. Susah payah ia berjuang sendiri untuk menyekolahkan anaknya setinggi mungkin, berkhayal sampai mereka sukses. Apalahi sejak Solihin--suaminya sudah meninggal sejak Wira berusia sepuluh tahun. "Bu, kalau Wira sudah besar, Wira akan bahagiain Ibu juga adek Aira ah. Supaya hidup kita ndak susah lagi," ujar Wira yang kala itu merebahkan kepalanya di pangkuan Sedayu. "Beneran, Le?" tanya Sedayu sambil membelai kepala sulungnya itu. "Beneran, Bu. Nanti Wira juga akan bantu Ibu untuk menyekolahkan Aira. Ya, Bu?" "Iya, Arya juga, Bu. Pokoknya nanti Arya bakalan beliin Ibu rumah, mobil, pokoknya banyak deh," celoteh Arya tak mau kalah. Sedangkan Aira kecil masih belum tahu apa-apa. Sedayu menerbitkan seulas senyum. Seraya di lubuk hati yang terdalam, ia berdoa kepada Gusti Allah, supaya berkenan mengabulkan doa putranya itu. Doa memang Allah ijabah. Sayangnya, setelah menikah, Wira dan Arya berubah. Ketakutannya pada istri masing-masing, membuat kedua putranya itu menjadi anak durhaka pada Sedayu. Mereka lupa, Sedayu dulu sudah bertarung nyawa demi melahirkan dan membesarkan mereka. Jangankan untuk memikirkan biaya kuliah Aira, bahkan untuk makan saja, Wira dan Arya tidak mau memberi. Dengan alasan istri-istri mereka tidak mengizinkan. Ketika Sedayu jatuh sakit, ia membutuhkan uang untuk membayar biaya opnamenya. Terpaksa ia harus meminjam uang ada Wira dan Arya. Bisa dibayangkan, seperti apa murkanya Alya dan Wina begitu mengetahui Sedayu meminjam uang. Bagaimana kelanjutannya? Ikuti terus cerita ini ya. Banyak pembelajaran dan pesan yang akan disampaikan di cerbung ini. 🥀🥀
Tous Droits Réservés
#78
durhaka
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Pelakor?
  • Simfoni Takdir ✔
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Jodoh Kedua (END)
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Sebening Cinta
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Satria Dirgantara [Complete]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu