We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ADARA
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 30, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"gue terlalu percaya sama Lo sampe semua ini terjadi pun gue masih nggak nyangka kak" teriak Adara di hadapan Abim. "gue nggak minta Lo sempurna gue nggak minta Lo untuk jadiin gue perioritas, tapi yang gue minta itu Lo bisa jujur sama gue kak" desak Adara sambil menarik kerah baju Abim. "Gue sayang sama lo kak, tapi Lo jahat" "Maaf" bisik Abim. ••• "gue nggak pernah pergi Ra, gue ada disini di belakang Lo" ujar Danu yang sedari tadi berdiri di belakang Adara. "Seandainya hari itu gue lebih memilih jadi orang jahat gue nggak bakal kehilangan Lo Ra" Danu menarik nafasnya dalam-dalam. "Maaf Danu" Jawab Adara, ia berjalan lalu memeluk Danu erat. ••• "Lo udah bohong sama gue" Abim mengurung Adara antara dinding dan tangannya. "Danu cuma bantuin gue kok lagian lo juga nggak bakal bisa kan jemput gue tengah malem-" Adara menaikkan kepalanya menatap tajam Abim. "Karena lo lagi party sama cewek-cewek di club!" Lanjutnya. ••• "Mamah itu meninggal gara-gara papah" bisik Adara di persis di samping kuping darma. "Aku benci kalian." ••• "Kenapa harus gue Danu, kenapa harus gue!" Adara terus berteriak dengan kalimat itu. "Karena lo cewek kuat, semua tau itu bahkan semesta juga setuju sekuat apa diri Lo." Perempuan itu terhanyut dalam pelukan Danu, dengan tatapan kosong dan hati yang sudah sedikit lebih baik. "Can i be selfish?-" "Lo nggak boleh pergi!"
All Rights Reserved
#220
adara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • THE CLIMB [Completed]
  • SamLova [Terbit]
  • Transmigrated as twins
  • GHAVARI
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Because I'm Stupid (End)
  • LOVE STORY QIANARRA

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines