Shula
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 30, 2022
Shula Yukari seorang guru yang mengajar di taman kanak-kanak, suatu hari dia mendapatkan murid baru di kelasnya. Aileen Himmel, murid baru yang belum genap 4 tahun dan dia sangat menyukai Shula. Karena dia bisa melihat warna disekitar orang lain dan warna yang dimiliki Shula sama persis seperti mendiang ibunya. Lucian Himmel, ayah dari Aileen yang mendengar hal itu menemui Shula dan memintanya untuk menjadi Ibu Aileen. Tetapi saat Shula menanyakan bagaimana perasaannya dan apakah dia mencintai Shula, jawabannya tidak. "Dia pikir aku ini robot yang tidak punya perasaan?" - Shula Yukari
All Rights Reserved
#121
wattpadromanceid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • The Day Sunshine Stopped Smiling
  • KAK Senior
  • MAMA Y PAPA
  • Cupcake and The Grump
  • Dear My Aileena (COMPLETED)
  • The Painter and The Butterfly
  • Adrian & Ayla
  • diary blue
  • The Smile I Fell In Love With

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines