Pengakuan

Pengakuan

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 22, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Sosok Malik, seorang aktivis muda yang usianya baru saja tujuh belas tahun. Malik menjadi idola muda di kalangan masyarakat karena aksi-aksi berani yang telah ia lakukan. Telah lama aku menyukai dirinya, mengikuti seluruh gerakan kemanusiaan dan membaca puisi-puisinya. Hingga aku mengenalnya lebih jauh, sepotong demi sepotong teka-teki bermunculan tentang dirinya. Pada kisah kali ini, aku ingin bercerita tentang dirinya kepada kalian semua. Selamat membaca. 16 Januari 2022
All Rights Reserved
#998
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Milenial VS Old Style (Completed)
  • Oh! BAD!
  • Maulinda Athalia [END]
  • See You After Midnight [END]
  • Shafiqa [OPEN PO]✓
  • Althan's
  • 7 Warna Pelangi | Enhypen[END]
  • Kata Ilham
  • REGATHAN [END]
  • Confinement : Perjuangan Melawan Kesepian [TERBIT]

#Rank 2 Gaul (3 Maret 2021) #Rank 3 Milenial (3 Maret 2021) #Rank 2 Gaul (25 Maret 2021) #Rank 2 Milenial (26 Maret 2021) #Rank 3 Literasi (14 Mei 2021) #Rank 1 Gaul ( 19 Mei 2021) #Rank 2 School (20 Mei 2021) "Lo hidup di generasi muda sekarang, tapi sikap dan fashion lo terlalu old style. Gue heran, lo generasi sekarang, atau generasi masa lampau?" ~Panji Gumilang~ Panji Gumilang hidup di generasi milenial yang mempunyai segala kesempurnaan. Wajah tampan, kekayaan, pergaulan bebas, fashion yang sempurna, memiliki pengikut banyak di Tik tok, tapi tidak dengan kebahagiaan dalam kehidupan. Dibalik segala rasa tenar yang melekat, ada sisi di mana pria ini merasakan kehancuran, karena kehidupan di dunia Maya jauh lebih indah dari kehidupan nyata yang ia jalankan. Hidupnya selalu mendapatkan masalah, terlebih lagi saat sosok wanita dengan fashion masa lampau mengoyak seluruh hati dalam jiwanya. Melihatnya menangis, membuat ia ingin memeluknya. Marah saat orang lain menghina, dan membully nya karena penampilan dan sikapnya yang seperti orang kampungan ketika di Jakarta. Ingin melindungi adalah salah satu alasan kenapa ia berhenti menyakiti Prima. Gadis itu adalah Prima Pramesti. Kata orang cinta butuh pembuktian? Tapi bagi Prima kembalinya kebahagiaan adalah kunci utama dari cinta yang benar. Selama ini ia hidup dalam tekanan, kesunyian, diasingkan, dibully, bahkan tak pernah di anggap ada oleh keluarga terutama ibu tirinya. Faktor dari semua itu adalah karena ia ketinggalan zaman dan masih memakai gaya lama yang menurut mereka sangat kampungan. "Kita hidup bukan mencari ketenaran. Jangan jadi sempurna, karena kamu cantik. Jangan jadi populer karena attitude kamu baik, jadi wanita yang biasa-biasa saja. Bersembunyi dibalik kemampuan yang kita punya." ~ Prima Pramesti~

More details
WpActionLinkContent Guidelines