Adap dalam Kadap

Adap dalam Kadap

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 25, 2022
Catatan: Akan dilanjutkan dalam waktu yang tidak ditentukan. Ketika berjalan, diperlukan peta agar tidak tersesat. Selain peta, pasti memerlukan seorang pemandu. Bila pemandu tak ada, maka harus ada wakilnya. Bila tidak ada wakil, sekira ada kenalan yang tahu akan orang yang dapat dijadikan wakil. Begitu pula halnya dengan agama. Harus ada petunjuk dan pengarah agar dapat memahami. Terlebih menghadapi masa kini, ketika terjadi degradasi moral yang tidak dapat dipungkiri seiring berkembang globalisasi. Tidak luput pula kota Martapura yang mendapat julukan kota Serambi Mekkah. Ini berisi cerita mengenai pandangan tokoh fiksi, diambil dari realita di kota tersebut. Mencari jati diri dan pemecahan masalah degradasi moral yang terjadi. Usaha untuk mencari cahaya dalam gelap melalui perbaikan adab dengan berjelajah dan observasi kehidupan.
All Rights Reserved
#8
martapura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELEGI ETERNA
  • 𝐒oerabaja, 1730
  • Logika Jentera (Completed)
  • TUTWURIMAN
  • PILIHAN ZAHRA
  • Right Person, Wrong Time.
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Sungai-Sungai Menuju Neraka
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)

Selami lorong-lorong neon Kota Eterna, tempat bayang-bayang menari dan keputusasaan mengintai di balik setiap refleksi. Lara bukanlah pahlawan biasa. Ia adalah paradoks hidup-seorang wanita yang dihantui kehampaan, namun terdorong untuk mengungkap kebenaran lewat kehancuran. Perjalanannya adalah spiral pemberontakan tanpa henti terhadap sistem kehidupan modern yang rapuh, mengupas kebohongan demi kebohongan untuk menemukan realitas yang lebih kelam dari kehampaan itu sendiri. Namun, jejak Lara bersimpangan dengan Rahmat, penegak hukum yang berjuang mempertahankan ketertiban. Dalam perburuannya, Rahmat justru tersesat di dalam dirinya sendiri, membuktikan bahwa terkadang, kehancuran terbesar datang dari dalam. "Elegi Eterna" bukan sekadar cerita-ini adalah tantangan. Sebuah eksplorasi mendalam tentang kehampaan eksistensial, moralitas, dan absurditas kehidupan manusia. Beranikah kamu mempertanyakan semua yang selama ini kamu yakini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines