A Journey : Life

A Journey : Life

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Sat, May 7, 2022
Sesuatu kompleks yang bernama kehidupan. Diri yang kecil ini berkali-kali dijatuhkan oleh kenyataan. Bertahan dengan harapan-harapan yang dibuat, melangkah bersama keyakinan. Kehidupan tidak selalu mudah, katanya. Kehidupan tidak selalu bahagia, katanya. Dalam rentang waktu yang entah sampai kapan, penyesalan selalu menyimpan bagiannya. Luka-luka yang perlahan sembuh dan luka-luka yang dipaksa ditutup. Semuanya, aku harap semua dedaunannya mampu kupetik. Setiap bunga dan buah yang dihasilkan, penantian menjadi buah yang masak, aku harap aku mampu menikmati semuanya. Waktu yang tentu tidak bisa diulang, kesempatan yang entah akan datang dua kali atau tidak, diri ini hanya ingin melakukan yang terbaik. Luka, jatuh, bangkit, gagal, dan teman-temannya adalah hal biasa. Jadi, izinkan rangkaian aksara-aksara yang ditulis, menemani kalian menempuh perjalanan kali ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Segala Tentangmu ❝
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Destined for me 2
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Hidupk(a)u [Part I]
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines