Hi, Mr. Gilang!

Hi, Mr. Gilang!

  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Juli 30, 2022
⚠️ Perhatian!!! Cerita ini tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun atau pihak manapun!!! Bacalah ketika benar-benar luang!! Ambil baiknya, buang buruknya. 🌼🌼🌼 Ratna Indah Putri, makhluk vertebrata dengan chasing couo itu tidak pernah sekalipun membayangkan bahwa dirinya akan dijodohkan dengan seorang laki-laki bernama Gilang. Hallah, Boro-boro membayangkan dijodohkan apalagi menikah, punya pacar saja tidak pernah terlintas untuk memiliki. Meskipun gadis itu sering dibilang cewek jadi-jadian, dadanya rata kayak triplek, body gak menarik, tapi dia tetep punya keinginan untuk memiliki bayi-bayi lucu. Kemalangan apa yang menimpa gadis itu sehingga harus dimiliki makhluk itu jika pada perempuan saja tidak tertarik? Lalu, apa jadinya jika laki-laki 'bengkok' terpaksa hidup bersama, berbagi satu atap apalagi satu selimut dengan seorang perempuan yang 15 tahun lebih muda darinya? Malapetaka atau sebuah berkah? Apakah cinta dapat hadir diantara keduanya?
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • My Husband Is Korean
  • oh you Reynand♡!
  • Aksara Lingga
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Bad Duda [END]
  • Amerta
  • Tepi Lintang
  • Akrania(On Going)
  • ANDINI (SUDAH TERBIT NOVEL CETAKNYA)

Perjodohan? Gak like! ---- "Saya mengajak kamu untuk menemui orang tua saya." "Untuk apa?" "Melamar kamu." "Kenapa mau melamar saya? Anda bukan pacar saya." "Kalau begitu saya akan menjadikan kamu pacar saya. Kamu mau menjadi pacar saya?" ----- "Jodoh gak ke mana kan, Pak? Kayaknya sih, aku gak masalah menikah sama bapak, tapi kalau bisa jangan dalam waktu dekat." "Kok kayaknya?" "Kalau aku gak berubah pikiran." "Kamu maunya kapan?" "Sekitar satu atau dua tahun lagi, kalau bisa tiga tahun lagi." "Aku sudah tambah berumur dong?" "Belum 40 tahun kan?" "Ya ampun, kamu serius menganggap aku laki-laki tua? 40 tahun?" 💃 Happy reading 💃 20 Agustus 2018

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien