Chosen by Destiny

Chosen by Destiny

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
{karya 1} Bagi Fara menikah itu bukan tuntutan,namun sebuah kesiapan. namun, ketika harapan menikah itu kandas karna hubungan nya dengan kekasihnya harus berakhir. dan patah hati nya kali ini membuatnya lebih enggan untuk memulai kembali. hingga akhirnya ia bertemu dengan kaivan,pria dengan pesona dan senyum mematikan.namun, kaivan adlah sosok yang harus ia hindari. disisi lain ada seorang sandy,pria yang masuk dalam kategori pria idaman nya. namun,perbedaan diantara mereka membuatnya menekan perasaan yang mulai tumbuh didalam hatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Attention
  • GARDENIC ( COMPLETED )
  • Yang Pernah Patah
  • Meneroka Jiwa 2
  • Kata & Spasi
  • Tertinggal
  • Desire (END)
  • Marriage Absurd (Tamat)
  • BROKEN HEART [END]

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines