Luka Aditi

Luka Aditi

  • WpView
    Reads 6,001
  • WpVote
    Votes 372
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 28, 2025
Aditi ingin bunuh diri, tapi untuk mengakhiri hidup pun teras sulit ia lakukan. Ada saja hal yang membuat ia gagal untuk mengakhiri hidup. ~ Sejak lahir hingga usia dua puluh empat tahun, sudah banyak bekas luka yang Aditi dapatkan, tidak. Aditi tidak punya ibu tiri. Semua bekas luka itu maha karya ibu kandungnya sendiri, dan itu masih luka fisik belum lagi luka batin yang ia terima. Racauan dan makian ibunya menjadi nyanyian yang ia dengar dalam menjalani hidup. Tentunya, hidup yang tidak Aditi harapkan. Terlebih ia yang sudah menjadi korban pemerkosaan untuk kedua kali dengan pelaku yang sama. ~ Semua itu sudah cukup untuk menjadi alasan Aditi mengakhiri hidup. Tidak ada yang menginginkannya, sejak awal. Sejak ia lahir.
All Rights Reserved
#336
shaka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Hurt Without Blood. [COMPLETED]✔
  • Tak Dianggap ADA [END]
  • Araselly
  • Karamel [Completed]

°𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚° Di khianati oleh teman, di hancurkan oleh keluarga dan di patahkan cinta? rasa sakit mana lagi yang tak pernah ku cicipi, luka mana lagi yang belum pernah bersarang di tubuh ini?. Ini tentang anak perempuan yang hidup namun terus di matikan, anak perempuan yang tak meminta untuk hidup namun selalu di tuntut sempurna, tangisan serta kata ampun tidak berlaku untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga, tersenyum palsu di setiap keadaan memang sudah menjadi ciri khas nya dan anak perempuan yang selalu ingin pulang, padahal ia sudah di rumah. Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri, jika ada kesamaan atas nama tokoh dan latar mungkin itu hanya kebetulan saja. 𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐠𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠 𝗺𝗼𝗼𝐝, 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝗺𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐚𝐥𝗼 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐠𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠.

More details
WpActionLinkContent Guidelines