Idiots Engineer

Idiots Engineer

  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 210
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 26, 2022
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Cerita ini diambil dari kisah nyata seorang insinyur bernama sonam wangchuk Seperti tokoh haben,sonam wangchuk adalah seorangilmuwan yang nyentrik dan punya cara sendiri untuk mengajar anak-anak Ayahnya seorang politisi yang menyebabkan sonam hanya bisa menerima ilmu pengetahuan dari bibir ibunya hingga umur 8.5 tahun Hidupnya berubah setelah ia di bawa pamannya untuk mencicip bangku sekolah,karena kecerdasanya guru menyarankan sonam langsung naik kelas 3 bersama anak anak seusianya Setelah sonam berpindah pindah sekolah akhirnya sonam bisa masuk NIT (National institute of technology) Seperti karakter haben,Sonam di dunia nyata pun bercita-cita untuk mengubah sistem pendidikan,Ia tak mau orang yang ia ajari hanya jadi sekedar insinyur, tapi tak punya kemampuan apa-apa * Menceritakan seorang idiot genius yang berhasil merubah pola pikir manusia Menceritakan masa sonam masih menjadi mahasiswa,berbuah inspirasi dan menumbuhkan rasa percaya diri Dibumbui sedikit fiksi akan membuat para pembaca menikmati cerita. Ingin mengerti lebih dalam?,ikuti aku dan selamat membaca
All Rights Reserved
#3
dinihari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • ALLAND
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • ALBAR
  • Angkasa
  • You Are The Reason
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • Qalbu {Terbit}
  • I'm Not A Villainess
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines