Story cover for We'll Meet Again (우리 다시 만나자) by Candy_Cha
We'll Meet Again (우리 다시 만나자)
  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jan 25, 2022
"Nenek, apa yang kau lakukan sendirian di sini?" Tanya gadis kecil.

Nenek tersenyum lembut "Melihat ombak. Bukankah ombaknya sangat cantik?" 

"Apa nenek sangat menyukai laut?" Tanya gadis kecil lagi 

Nenek tersenyum lagi "Benar! Nenek sangat menyukai laut."

"Tapi, ibu bilang kita harus pulang. Nenek pasti akan merindukan laut." 

"Benar! Nenek pasti akan merindukannya! Selalu" 

---------------------------------------------------------------------------------

"Apa..... Kau sudah menemukannya?" Tanya wanita itu perlahan. Wanita tersebut sangat berhati-hati saat bertanya karena tidak ingin salah berbicara.

Pria tersebut hanya mengangguk, di tatap lekat manik sang pria dengan tatapan iba. Manik mata biru lautnya yang terlihat mulai berwarna pucat, tidak ada sinar mata bahagia seperti biasanya. 

Wanita itu kembali bersuara "Apa... Dia baik-baik saja?" 

Pria itu tidak menjawab. Wanita berumur 23 tahun tersebut menghela nafas panjang, seakan bisa menebak apa yang sedang terjadi. 

"Apa kau akan pergi menemuinya?" 

......

"Aku pikir lebih... Lebih baik kau menemuinya!" Wanita tersebut meyakinkan "Bagaimana pun pasti selama ini ia merindukanmu"
All Rights Reserved
Sign up to add We'll Meet Again (우리 다시 만나자) to your library and receive updates
or
#709eunha
Content Guidelines
You may also like
Are You A Psychopath ? - Nomin by Agustin_00
65 parts Complete
‼Warning‼ 📍DILARANG KERAS MEMPLAGIAT! Saya tidak melarang orang untuk terinspirasi oleh karya saya. Namun, anda seharusnya memiliki otak untuk bisa membedakan mana terinspirasi dan mana yang memplagiat! 📍Terdapat konten kekerasan dan adegan 🔞 [harap menjadi reader yang bijak] 📍Diharapkan untuk follow sebelum membaca. 📍Pairing : Nomin, slight Luwoo & Markchan. Jangan berharap ada couple selain yang tertera. Kisahku ini berawal dari rasa penasaranku yang tinggi. Seharusnya aku tak pernah mendekati kamar itu. Kamar nomor 13 yang berada di pojok gelap apartement lebih tepatnya samping kamar baruku. Seharusnya aku tidak menghiraukan rantai-rantai dan gembok yang membelenggu pintu. Tapi, lagi-lagi rasa penasaranku muncul, membuatku harus menatap mata merah itu. Mata merah yang menyala saat aku mengintip melalui lubang kunci pintu itu. Mata merah yang di setiap malam selalu datang ke dalam mimpiku. Pada akhirnya, si mata merah itu mendatangiku. Dengan serigaian mengerikannya ia mendekat. Dan akhirnya semua menjadi gelap. Namun, ada satu kalimat yang sempat terlintas dipikiranku. Apakah kau psikopat? Aku, Na Jaemin dan segala rasa penasaran tinggiku telah membuatku terjebak dengan lelaki bermata merah itu, Si psikopat kejam yang lucunya menginginkanku. Start : 28 Januari 2019 Note : Dikarena penulis sedang malas, harap bersabar untuk menunggu cerita ini sampai selesai. Selamat membaca dan jangan lupa follow, vote, dan tinggalkan komentar!! 🏅#5 in Fanfiction from 144k stories 🏅#1 in bl from 23,9k stories 🏅#1 in najaemin from 9,92k stories 🏅#1 in leejeno from 8,75k stories
It's Always Been You✔️  by WinterAurora00
44 parts Complete
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
You may also like
Slide 1 of 8
Rewrite The Star || NCT WISH {END} cover
Red String » Haechan X You cover
Blue Sky » Jaemin X You cover
Are You A Psychopath ? - Nomin cover
It's Always Been You✔️  cover
TRÍTI FORÁ cover
Na & Liu cover
Purple Book » Jeno X You cover

Rewrite The Star || NCT WISH {END}

18 parts Complete

"Kalo tipe cowok elu gimana Er?" Lagi-lagi Jean bertanya. "Kenapa lo pengen tau? Lo mau nembak gw, hah?" Tanya Erika sambil tertawa kecil. "Lo mau gak?" Erika berhenti dari aktivitasnya lalu menatap lekat Jean. Terlihat wajah Jean, serius. Jujur, Erika takut sekarang. "Maksudnya?" Tanya Erika memastikan dengan wajah yang cukup serius. Siapa tau Jean mabuk dan ngelantur. "Hahahaha bercanda kali Er. Gak usah gitu mukanya kali" ucap Jean sambil tertawa kecil. Tanpa disadari, semburat merah muncul di kedua pipi Erika. 'Et dah neng' *Yang penasaran, cuss aja gak usah malu-malu*