C A N D R A

C A N D R A

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 8, 2022
"...Memang benar, ilmu yang besar adalah ilmu yang berasal dari sebuah pengalaman." Chapter 3 : Dibawah Bulan Assalamualaikum Wr. Wb. Halo temen temen semua, itu adalah salah satu kalimat yang ada dalam novel ini. Novel "Candra" adalah karya dari author Ananta yang menjadi tokoh utama dengan kisah masa sekolahnya. Arti kata "Candra" sendiri memiliki arti bulan, seperti artinya kisah hidup Ananta bagaiakan bulan yang menganggap dirinya terlalu fokus mencari satu jati dirinya tanpa menghiraukan beribu bintang yang ada untuknya. Masa depan yang sudah di rancang sudah lama namun beberapa orang menghancurkannya. Akan tetapi dia berani bangkit dengan bantuan orang yang masih peduli dengannya. Itu adalah sedikit yang aku dapat sampaikan. Semoga kalian senang dengan jalannya cerita, dan jangan lupa "everything is inside you find and use for happiness your life
All Rights Reserved
#56
milik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Langit dan Cahayanya
  • SEVEN ✔
  • CHANDRA PURNAMA
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]
  • The Butterfly 4 Sacrifice
  • Jovanka dan Abang Kembar

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines