paradoks di "zaman akhir"

paradoks di "zaman akhir"

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 27, 2022
Paradoks bagi saya adalah lubang yang berputar, jika suatu benda terserap ke lubang itu, apakah dia masuk melalui lubang berputar itu? ataukah benda itu keluar melewatinya? Paradoks bukan? Itulah paradoks menurut saya. Saya hanya bisa memberikan contoh karena bahkan contoh saya adalah sebuah paradoks dimana jika saya mencoba menjelaskannya saya wajib memberikan lagi contoh lain,dan begitulah seterusnya, karena itulah saya menyebutnya lubang yang berputar. Mengapa saya memberikan judulnya "Paradoks di Zaman Akhir" karna ini zaman akhir saya. Saya yakin betul karena saya telah hidup, dan yang hidup pada akhirnya akan mati juga. Jangan meributkannya, meributkan hal tentang kematian saya karena zaman akhir kita berbeda beda. Kalaupun ditakdirkan sama itu juga bukan urusan kita, percayalah. Untuk Yang Maha Esa Terimakasih.
All Rights Reserved
#321
filosofi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Alana
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Perjodohan (FreShan)
  • The End? (END)
  • Race and Love
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Time For Opportunity
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • BACKBURNER

Alana tidak pernah tahu bahwa kehilangan orang tua bisa membunuh perlahan-bukan tubuh, tapi semangat dan arah hidup. Sejak kepergian orang yang paling ia cintai, hidup Alana terasa seperti ruang kosong yang bergema. Setiap langkahnya dihantui kenangan, setiap harinya seperti mencoba bernapas dalam air. Ia menjauh dari dunia, dari teman-temannya, bahkan dari dirinya sendiri. Alana tumbuh dengan keyakinan bahwa kehilangan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup. Sejak kecil, ia belajar bertahan, bukan mencintai. Trauma masa lalu membuatnya sulit mempercayai siapa pun, memilih kesendirian sebagai perlindungan dari luka baru. Ia menemukan ketenangan dalam arsitektur-dunia yang bisa ia kendalikan, di mana setiap garis memiliki tujuan, setiap bentuk memiliki makna. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Zean Alebaran, klien yang berbeda dari yang lain. Zean bukan hanya seseorang yang memiliki visi kuat tentang desain, tetapi juga seseorang yang bisa membaca dirinya lebih dalam dari yang ia inginkan. Setiap kata yang diucapkan Zean seperti cermin yang memaksa Alana menghadapi ketakutannya sendiri. Saat proyek mereka berjalan, hubungan mereka berkembang dari diskusi profesional menjadi percakapan filosofis yang mengguncang prinsip hidup Alana. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui dan ketakutannya semakin nyata, Alana harus memutuskan: tetap bersembunyi dalam dunia yang ia pahami atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa membuatnya merasa lebih hidup. "Dunia Alana" adalah perjalanan menyentuh tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk kembali mencintai-diri sendiri dan dunia, ia datang sebagai dilema eksistensial yang menuntut keberanian untuk melangkah ke dalam ketidakpastian. Ditulis dengan gaya naratif yang puitis dan reflektif, novel ini mengajak pembaca menyelami pertanyaan-pertanyaan eksistensial: Apa arti bahagia? Apa sebenarnya kehilangan? Mengapa manusia harus menderita? Apa itu kebebasan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines