I'M BACK
  • WpView
    MGA BUMASA 26,215
  • WpVote
    Mga Boto 1,463
  • WpPart
    Mga Parte 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Jul 30, 2023
Semua teror dan kekacauan ini, berawal dari kecelakaan seorang siswi bernama Lesya. Sebelumnya dia dinyatakan meninggal tetapi tiba-tiba detak jantungnya berdetak kembali. Tapi semenjak itu, banyak sekali teror yang ada di SMA ini bahkan sudah banyak korban jiwa. Anehnya, hanya beberapa orang saja yang diteror dan menjadi korbannya, dengan kata lain para murid pilihan. Situasi semakin memanas saat tersebarnya isu bahwa teror itu berasal dari siswi bernama Adira yang menjadi korban bully pada 5 tahun lalu yang ingin mencari keadilan. *** Note: WARNING 15+ (KARENA TERDAPAT BEBERAPA ADEGAN SADIS)
All Rights Reserved
#177
arwah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • Misteri Sekolah: Pembunuhan di Sekolah
  • [END] High School of Mystery: Cinereous Case
  • Senja dan Angkasa
  • DOUBLE SARA
  • 𝐁𝘶𝘭𝘭𝘺 𝐁𝘶𝘵 𝐋𝘰𝘷𝘦
  • 𝟏𝟎 𝐃𝐚𝐲𝐬 𝐖𝐚𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐨𝐟 𝐃𝐞𝐚𝐭𝐡 (Season 1) ✅
  • Someone's Crazy Remorse

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman