Story cover for Sabiru Dewangga by Katasenjaaa
Sabiru Dewangga
  • WpView
    Reads 31,750
  • WpVote
    Votes 2,590
  • WpPart
    Parts 27
  • WpView
    Reads 31,750
  • WpVote
    Votes 2,590
  • WpPart
    Parts 27
Ongoing, First published Jan 27, 2022
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!

"Beberapa cinta tidak diciptakan untuk dimiliki,
hanya untuk dikenang dengan doa yang tak pernah selesai."

"Saya tidak meminta kamu untuk menunggu. Tapi jika kamu memilih menunggu dan di tengahnya seseorang datang menawarkan rumah untuk tempatmu pulang-pergilah. Saya sendiri tidak yakin bisa menjadi rumah itu."

Tiga tahun lalu, Biru Dewangga meninggalkan Jingga Adhisti dengan sebuah janji sederhana: mereka akan bertemu lagi dan saat itu ia akan datang membawa buket bunga.

Tiga tahun kemudian, Biru menepati janjinya-namun takdir datang lebih cepat. Jingga telah pergi. Di antara hujan, kamera yang merekam kenangan, dan surat terakhir yang terselip di buku catatan tua, Biru menemukan semua yang tak sempat ia ucapkan. Tentang cinta yang terlalu lama disimpan, tentang luka yang tak pernah selesai, dan tentang seseorang yang tetap memilih mencintai meski tahu akhirnya adalah perpisahan.

Namun kisah Biru tidak berhenti pada Jingga.
Ada Mentari adik kandung yang tak pernah boleh ia cintai, dan masa lalu keluarga yang menelan mereka perlahan.

Di antara dosa, kehilangan, dan cinta yang menolak mati, Biru belajar bahwa beberapa pertemuan hanyalah cara semesta mengajarkan:
bahwa cinta sejati kadang harus berakhir sebelum sempat dimulai.

"Terima kasih sudah menunggu, Jingga. Aku datang tapi aku kalah cepat dengan takdir."


Note: Kalau mau baca jangan siders ya bestie

1#teenlit (2 April 2022)
All Rights Reserved
Sign up to add Sabiru Dewangga to your library and receive updates
or
#677penerbitakad
Content Guidelines
You may also like
CATUR [END] by uistaaa_
41 parts Complete
"Nama ku Kara karena aku anak tunggal. Tapi kenapa mamah ngelahirin Catur, mah?" "Hidup gue hancur setelah kehadiran manusia tolol bernama Catur!" "Buat apa lo hadir di dunia ini, kalo nyatanya hadir lo hanya mengusik kehidupan gue?" "Gue benci lo, Catur!" "Kenapa lo ga mati aja?" - Karamella Ginantara, Kara panggilannya. Gadis cantik yang begitu membenci Catur Ginantara, adiknya. Kehidupan nya berubah total setelah pria itu lahir ke dunia. Bagi Kara, kehadiran Catur di dunia ini hanya lah derita bagi hidup nya. Catur Ginantara, pria manis itu telah biasa menghadapi kebencian kakak kandungnya sendiri. Catur tidak tau di mana letak kesalahannya, hingga Kara begitu membenci dirinya. Jika benar kehadiran Catur hanyalah benalu bagi hidup orang lain, mengapa mama, papa, dan Tuhan menghadirkan Catur ke dunia ini? Sebesar apa kesalahan Catur hanya karena sekedar hadir di dunia ini? "Kenapa cuma kakak yang benci Catur?" "Catur harus apa biar kakak bisa nerima Catur sebagai adek kakak?" "Maafin Catur kak," Start: 21 Juni 2022 Finish: 07 Juli 2022 - Note: 📌follow dulu kak. 📌jangan lupa tinggalkan jejak pada setiap chapter ya kak. Vote dan komen kak. 📌ini murni hasil pemikiran dan imajinasi saya. Jangan sesad🗿 bawa bawa cerita saya ke lapak atau aplikasi lain. Jangan plagiat, hargai karya orang lain kak. 📌jika ada kesamaan unsur nama, tokoh, alur, judul, cast, latar, atau apapun itu. Itu adalah ketidaksengajaan. Happy Reading guys.......;)
You may also like
Slide 1 of 10
Lautan cover
The Secret Shila  cover
Naughty Princess and The Boss (SELESAI) cover
AMARA cover
MOZILA [TERBIT] cover
SKALETTA [END] cover
AZELLO [END] cover
CATUR [END] cover
Savero Archandra || Haechan || END cover
AlbiSer [End] cover

Lautan

35 parts Complete

Menurut Biru, hidup itu ibaratkan seorang manusia yang mengambang di tengah lautan lepas. Di tengah fatamorgana kebiruan itu manusia punya pilihan, antara berusaha atau justru sebaliknya, meski dia tidak tahu persis apakah ia akan tetap hidup atau mati kesia-sian. Tapi setidaknya masih ada keinginan untuk menggapai harapan, bahwa ia akan menemukan daratan. Dalam perjalanannya, tentu ada terik, badai, dan ombak pasang yang hampir menenggelamkan. Dalam benaknya terbesit dua kemungkinan, daratan itu ada dan indah atau daratan itu abu-abu dan hanyalah oasis dari angan ketidakpastian. Biru tahu terlalu lebay menyamakan hidupnya dengan nasib manusia yang sedang terombang-ambing. Namun mental remajanya yang masih labil membuatnya selalu menyerah, sama seperti pilihannya jika di tanya seandainya Biru sendiri yang mengambang di lautan lepas. Biru tak bisa berenang seperti Samudra, kembarannya, yang bahkan pernah juara satu lomba renang dan lagi-lagi di puji Papa. Biru tak bisa cantik macam matahari yang dapat mencairkan sikap dingin Arvin. Dan Biru selalu tak bisa menghindar dari segala kritikan dan sikap nyeremin Nebula, yang ibaratkan kutub negatif tertarik ke kutub positif. 2. 12. 2022 s/d 25. 01. 2023 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]