Jimin itu Abang, tapi dia yang paling dimanja.
Jimin yang harusnya mengayomi adik-adiknya, malah dia yang diurus oleh mereka seperti bayi.
"Abang, kan aku udah bilang kemarin, jangan pulang sendiri." -Taehyung. Umurnya 18 tahun, 3 tahun lebih muda dari Jimin.
"Makan yang banyak, adek suapin mau?" Jungkook. 4 tahun lebih muda dari Jimin, adiknya yang paling bungsu.
Taehyung dan Jungkook jika di rumah terlihat seperti anak baik-baik, tapi di sekolah mereka memiliki banyak musuh, lalu bagaimana jika musuh mereka justru mengincar Jimin yang tidak tahu apapun?
Begitu banyak untaian kalimat yang ingin Jimin katakan mengenai dirinya. Dia yang bisu, hingga dianggap tak layak untuk hidup. Namja itu hanya bisa mendendam semuanya dalam diam, tanpa mampu menyuarakan keinginannya.
Hari-hari kelamnya dimulai saat masih menginjak usia 12 tahun. Masa dimana dirinya mulai memasuki sekolah swasta, tidak lagi sekolah khusus. Jimin ingin melihat betapa luasnya dunia yang dipenuhi dengan miliaran manusia dengan berjuta watak.
Disana dia bertemu Jungkook. Pria dengan segala keegoisan dan rasa tak sukanya pada Jimin. Ia hanya bisa sabar, saat Jungkook menjahilinya dengan begitu kurang ajar. Jimin hanya melukis senyum dibibirnya, tanpa bisa memprotes.
Jungkook makin keterlaluan, dan Jimin sudah sampai pada titik dimana dia harus menyerah. Meninggalkan Busan adalah pilihan utamanya saat itu, karena Jimin sudah lelah berurusan dengan Jungkook.