Story cover for Bunga Terakhir  by nanabunny8
Bunga Terakhir
  • WpView
    LECTURES 327
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 7
  • WpView
    LECTURES 327
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 7
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 27, 2022
Lambaian tangan itu menjadi salam perpisahan sebelum dirinya meninggalkan ruangan tersebut. Harusnya dia memilih untuk tinggal dan memeluknya lebih lama. Harusnya, dia tidak memilih untuk pergi menemui seseorang yang tidak akan pernah datang menemui putrinya. Sekarang sudah terlambat, tidak ada lagi pelukan sebagai salam perpisahan seperti dulu. Lambaian tangan beberapa jam yang lalu adalah salam perpisahan terakhir mereka;
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Bunga Terakhir à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Renjana [COMPLETED], écrit par skyaksa
36 chapitres Terminé
Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021
Still With You  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ] , écrit par onyour_myself
53 chapitres Terminé
[ Rawan typo, karena gw lagi mager revisi tar gw nangis gara gara baca ulang weh ] Jisung tersenyum, lalu ia memberikan sebuah kotak berukuran sedang. Ia tersenyum saat kamu seperti sangat senang mendapatkan sebuah hadiah, namun kamu tidak tau apa hadiah yang di berikan oleh Jisung kepada mu. " Ini apa? " Kamu mencoba untuk mengguncang kotak tersebut dan terdengar suara nya. " Hadiah... Untuk mu, tapi kamu buka nya saat seseorang memberikan mu sebuah surat oke " " Harus begitu ya? " " Tentu saja, bagaimana.... Kamu pasti suka dengan hadiah ku nanti " Kamu mengangguk lalu tersenyum, Jisung menatap mu seraya tersenyum. Tanpa sadar air mata nya kembali terjatuh lagi, ia menunduk menahan tangis nya namun tidak kuat. Ia tetap menggenggam tangan mu erat, sangat. Sampai kamu bingung ketika Jisung menarik mu dan masuk ke dalam pelukan nya yang hangat itu, ia mencium puncak rambut mu lama dan air mata nya masih menetes dengan deras. Ia memeluk mu sangat erat, seakan akan ia tidak mau kemana mana. " Jisung kenapa nangis? " " Tidak.... Aku tidak menangis, aku hanya merasa bahagia bisa memiliki kamu " " Meskipun hanya sekejap... Aku bersyukur karena tuhan mengirim mu sebagai hadiah untuk ku...hadiah paling indah yang aku dapatkan, meskipun aku tak selamanya memiliki nya. Aku tetap bersyukur atas itu..... Terima kasih tuhan, kau telah memberikan seseorang yang membuat bahagia dan bisa merasakan indah nya jatuh cinta " [ No Copy!! You know!! ] [ 15+ ] Pengumuman : Kalau author terserah kalian mau vote atau gak ya, karena author tidak memaksa itu hak kalian. Ff ini akan di buku kan dalam waktu dekat, jadi harus cepet cepet ya kalian karena akan di potong sebagian chapter nya yang agak ngegantung ke doi kalian😂😪💚 Jisung × you NCT dream
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Renjana [COMPLETED] cover
GrapicH [✔] JOHNTEN FML cover
Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa cover
[✔] Bittersweet : Jaemin cover
Affair [✔] cover
Still With You  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]  cover
Mata Dan Tangan  cover
My First and Last  cover
ƈཞąʑყ ཞɛƖąɬıơŋʂɧı℘ 2 cover
sweet dream ✅ cover

Renjana [COMPLETED]

36 chapitres Terminé

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021