Orang Baru Itu Kamu

Orang Baru Itu Kamu

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 5, 2022
Bolehkah aku bercerita tentangmu? Yang tiada jeda terus menyelinap dalam anganku Langkahku berlalu bersama bayangmu Membuatku kaku dalam semua aktivitasku Kauhadir dengan berjuta rasa yang sulit kucerna Entah sekadar memulihkan luka atau memang tulus merajut asa Perhatianmu yang kuterima berlanjut asmara Entah, semenjak kumengenalmu sikapku pun berbeda Bukan sekali dua kali aku bertemu orang baru Tetapi, mengenalmu itu sungguh membuatku candu Tanpa saling sapapun menuntutku untuk tetap bertemu Sulit terlupakan sosokmu yang begitu pemalu Bolehkah aku menaruh rasa? Yang kuharap bersamamu menumbuhkan rasa bahagia Meskipun nantinya, semua luka pasti kuterima Tetapi, izinkan aku memulai rasa dengan janji tak 'kan mendua Banyuwangi, 14 Desember 2022
Todos los derechos reservados
#215
asmara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • TENTANG RASA
  • Janji Untuk Aluna
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Tepian Semu || Lilynn✅

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido