Sirius in Your Eyes

Sirius in Your Eyes

  • WpView
    LETTURE 9
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, apr 21, 2024
Kebanyakan orang memilih untuk beristirahat di tengah suasana malam yang terasa hangat dan menenangkan. Namun, bagi Hana Amira dunia malam lah yang membuat dirinya merasa hidup, merasa menggenggam banyak harapan, merasa seluruh beban hidupnya tiba-tiba hilang bersama kunang-kunang yang memercik secuil angan melalui cahaya dari tubuh kecilnya. Kendati demikian, dunia malam terkadang juga menjadi musuh terberat Hana. Ketika hening datang menelisik bersama memori kelam yang kian nyata terpampang, tak jarang Hana harus berperang dengan sesuatu yang ada di dalam dirinya, membuat ia harus pusing memikirkan ini itunya. Ini bukan cerita picisan dimana nanti, seseorang datang memberi uluran tangan, membawa Hana pergi dari segala macam pahitnya batu loncatan. Nyatanya, semua orang disekitar Hana begitu menyayanginya dengan cara yang berbeda. Namun, Hana memang sudah kehilangan dirinya sejak lama hingga tidak sadar bahwa sebenarnya, kehadirannya cukup bermakna bagi sekitar.
Tutti i diritti riservati
#76
engene
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Black Out III
  • Reuni Rumah Oma [Jake, Jay,Heeseung, Sunghoon]
  • Yellow To Red [END]
  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • LET ME TO SORROW | Jay Enhypen
  • Caged by His Love ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
  • Is Gone || ENHYPEN
  • Kembang Api Milikku [Lengkap]

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti