Story cover for Nightmare by AliNeaazkarya
Nightmare
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 28, 2022
Ceria, namanya.

Cewek introvert yang selalu merasa sendirian di tengah keramaian. Tak ada seorang pun yang bisa ia jadikan 'Teman.' 

Memang begitu tak pantas, jika disandingkan dengan nama pemberian dari kedua orang tuanya.

Sebut saja,

'Ceria.'


Bahkan hidupnya benar-benar menyesakkan. Menjadi anak broken home yang tak pernah merasakan suasana indah dalam rumah. 

Sering kali ia berpikir bahwa hidup hanya sebuah mimpi buruk yang takdir ciptakan untuknya. 

Ketika banyak orang terlihat bahagia. Justru Ceria sibuk dengan perasaannya yang terluka.

Kini hanya impian dan harapan yang mampu membuatnya bertahan hidup sampai detik ini.


Setidaknya jika semua impiannya bisa teraih, ia bisa menghilang dari bumi ini. Setelah menciptakan satu senyuman yang berarti.

Tapi_

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Note: 

Ini bukan cerita pertama yang aku buat. Tapi aku masih harus banyak belajar. Semoga kalian terhibur ya :D
All Rights Reserved
Sign up to add Nightmare to your library and receive updates
or
#93nyesek
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
RUANG DEPRESI [ END ] cover
Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN) cover
Nayara [ TERBIT ] cover
I'm okay (END) cover
Tak Tentu Arah cover
Menyerah atau Bertahan? cover
CEMARA, NAMUN SEMENTARA  cover
24/7 (HIATUS) cover

RUANG DEPRESI [ END ]

39 parts Complete

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)