Followers your DREAMS ( On Going )

Followers your DREAMS ( On Going )

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 2, 2022
Budayakan follow terlebih dahulu next baca deh!! Albern yang memotivasikan bahwa ia hanya ingin hidup bersenang senang tanpa mempedulikan orang lain, karna yang ia tahu bahwa hidup itu hanya satu kali. Satu hal yang penting di dalam hidupnya Yaitu kehidupannya sendiri. Namun semua itu berubah ketika ada gadis remeja yang meminta untuk menyelamatkan hidupnya. Feodora katerin gadis lugu dan penakut yang hidup di panti asuhan karna orang tuanya yang tak menginginkannya. Feo yang bertekad untuk mencari orang tua kandungnya namun, karna kepribadiannya yang penakut ia enggan untuk keluar dari asrama apalagi ia tak ingin untuk berinteraksi dengan orang luar. Karna itu ia ingin mencoba untuk melawan rasa takut itu hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang bahkan lebih menakutkan dari rasa takutnya itu. Ia tak peduli!! Ia hanya ingin melawan sisi lain dalam dirinya. Ia berharap pria itu membantunya. namun nihil, pria itu hanya menatapnya sekilas lalu pergi. Bisakah feo melawan rasa takutnya atau kembali ke panti asuhan? Akankah pria itu membantunya? Bagaimana kelanjutan kisah antara kedua manusia itu? Apakah pria itu akan bertahan dengan kepribadiannya itu? Lanjutkan Kisah mereka di followers your dreams!! Up setiap ada waktu luang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • Noisy, Fiony. [TAHAP REVISI]
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Dijodohkan Dengan Musuhku? (FreDel). END
  • Where to
  • Manusia Dingin Itu Suamiku
  • Cerita Cinta Siblings Baldwin Dan Aubrey
  •  BECOME THE PET OF THE FEMALE MAFIA [ END ]

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines