Story cover for Quant (On Going) by RMangkubumi
Quant (On Going)
  • WpView
    Reads 596
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 34
  • WpView
    Reads 596
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 34
Ongoing, First published Jan 29, 2022
Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri...
"Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?"

Pernahkah kau bertanya...
"Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?"

Pernahkah kau bertanya...
"Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?"

Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa.

Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa:

Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?
All Rights Reserved
Sign up to add Quant (On Going) to your library and receive updates
or
#182anomali
Content Guidelines
You may also like
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
28 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
VENATOR OBSCURUS by vAnnllAA
51 parts Ongoing
Pernahkah kau merasa bahwa dunia yang kau kenal sebenarnya hanya sebuah ilusi, diciptakan oleh tangan yang lebih kejam dari sekadar penulis? Davin tidak memilih untuk masuk ke dalam cerita ini. Ia hanya terjebak di dalamnya. Sebuah dunia yang berputar di luar batas pemahaman, tempat di mana setiap langkah yang diambil dan setiap kata yang diucapkan mengikatnya lebih erat ke dalam takdir yang telah tertulis. Di dunia ini, bukan hanya bayangan yang mengikuti-bayangan itu memburu. Apa yang terjadi ketika kebenaran yang kau kejar ternyata jauh lebih mengerikan daripada kebohongan yang kau hidupi? Ketika jalan yang kau tempuh hanyalah ilusi yang ditulis oleh kekuatan yang lebih tua, lebih kejam, dan lebih cerdas dari dirimu? Davin, terperangkap di antara versi-versinya yang saling berkelahi, berusaha mencari celah untuk melarikan diri. Tapi saat ia mulai memahami dunia yang mengurungnya, ia menyadari satu hal yang menakutkan: Tidak ada jalan keluar, karena ia adalah bagian dari cerita itu. Cerita ini menulisnya lebih daripada ia bisa menulis dirinya sendiri. Di dunia di luar logika ini, setiap rasa takut adalah sebuah kalimat yang berulang, dan setiap pilihan hanya akan membawa lebih banyak penderitaan. Maka, ketika Davin mencoba untuk melawan, sebuah suara bisik dari kedalaman kegelapan berkata: "Kau pikir ini akan berakhir? Kau baru saja memulai babak pertama, Davin. Selamat datang di permainan yang tak bisa dimenangkan. Kau akan terus berlari... dan aku akan terus menulis." Di sini, tidak ada yang bisa diandalkan. Tak ada yang bisa dipercaya. Bahkan dirimu sendiri. Selamat datang dalam cerita di mana yang benar-benar gila adalah kenyataan, dan yang tak terlihat lebih menakutkan daripada yang bisa kita bayangkan.
You may also like
Slide 1 of 9
Karena Kamu Rumahnya  cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
HSM 1: OLYMPIADS [END] cover
Do you love me??? cover
𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛 cover
Psikopat Digital? [End] cover
Evanescent cover
kita dan waktu. [End] cover
VENATOR OBSCURUS cover

Karena Kamu Rumahnya

25 parts Ongoing

"Gue datang karena cinta, berjuang karena yakin. Gue terus bertahan dan balik lagi buat dia, walau kadang rasanya capek sendiri. Tapi ternyata, takdir punya rencana lain. Gue dipertemukan sama lo-seseorang yang nggak pernah menghakimi gue, bahkan saat gue salah. Lo yang selalu ngargain sekecil apa pun yang gue kasih, tanpa nuntut balik." ~Aqevra Naylashine Al Zhafira~ Aqevra rela pindah sekolah demi berada di samping pacarnya-Calven Arelliano Freyx. Alasan Aqevra pindah bukan hanya sekadar itu saja. Tapi ada banyak hal yang... tidak semuanya harus diceritakan, bukan? Cukup ikuti saja perjalanannya. "Ternyata itu lo? Atau gue cuma halu karena mengharapkan lo datang? Tapi itu mirip sekali. Gadis manis, bersiap-siaplah untuk berpaling dari laki-laki tidak bertanggung jawab itu." ~Zevran Arelle Narellan~ Kesimpulannya adalah.... kamu punya cinta, tapi hanya Tuhan yang mampu membolak-balikkan hati dan perasaan, mengatur takdir yang tak bisa kita tebak atau lawan. Bagaimana jika orang yang kamu cintai justru menjadi alasan terbesarmu untuk terluka? Mampukah kamu bertahan atau memilih untuk pergi saat segalanya mulai runtuh? Saat janji berubah menjadi dusta, dan harapan perlahan memudar, apa yang akan kamu pilih: bertahan dalam luka atau mencari kebebasan yang baru? WARNING!!! Jangan cuma jadi penonton, ikuti cerita ini sampai titik terakhir. Karena jawaban yang kamu cari ada di sana. semua jawaban ada di halaman berikutnya....