Janji Rahsia [short story]

Janji Rahsia [short story]

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing44m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 14, 2022
"Suara yang lunak didiamkan oleh ketakutan" Merupakan kisah tentang seorang pelajar sekolah menengah yang tidak langsung bercakap. Tidak bisu dan pekak namun apakah asbabnya? Kedatangan Alif Irfan telah mengungkap kebenaran lalu menyinar jalan baru buat Cahaya Mentari. "Pertemuan merupakan noktah buat kita." -Alif- start : 19 Jan 2022 end : ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jun & Hana
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • Menyapa Takdir (END)
  • Akhir Yang Terlewat [C]
  • TAKDIR MAISARAH ( ON GOING )
  • Sunda Manda [COMPLETED]
  • Sunset
  • Selagi Bernama Kita
  • One Heart [Special Event]
  • My Hubby Love [C]

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines