My Happiness (END)

My Happiness (END)

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 29, 2022
Gak tau mau buat deskripsi gimana, tapi aku harap kalian faham. Cerita 'My Happiness' merupakan pengalaman pribadi aku. Aku yang menyukai seorang lelaki yang bahkan lelaki itu tak kuketuahui dia menyukaiku juga atau tidak. Tapi satu yang selalu ada dalam benakku hingga kini, yaitu dia yang mengetahui perasaanku padanya. Aku gak mengharap lebih dia bakal bales perasaanku atau tidak. Tapi aku selalu berharap kalau dia selalu mengerti, kalau aku selalu tersakiti jika aku melihat dia berjalan, dan tertawa dengan gadis lain. Dia lelaki nyata yang selama ini hanya kuketahui dalam cerita - cerita Wattpad. Dia lelaki yang tak kusangka jika selama ini dialah yang selalu ada dalam benak, dan haluku. Aku gak mau percaya ini, tapi ini nyata dan sungguh rasanya aku seperti hanya sedang bermimpi. Aku gak tau kalian bakalan suka apa enggak. Tapi aku hanya mencoba untuk berbagi cerita pengalaman percintaanku kepada semua orang. Aku hanya ingin semua orang tau jika aku benar - benar merasa bahagia meski dia bukanlah milikku, dan mungkin bukan diciptakan untukku. Enjoy and happy reading ♡
All Rights Reserved
#461
konflik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Terbiasa Sakit Hati
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Cinta Tapi Cinta?
  • STUDY GROUP - KOS MAMI IDA - END
  • Baazigar (Tamat)
  • Semu [Completed]
  • My Innocent Girl 2 [Tamat]
  • My Teacher My Husband
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines