Pancarona

Pancarona

  • WpView
    Reads 644
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Mon, May 2, 2022
[ Selesai ] "Lo itu cantik, dengan warna lo sendiri. Standar dunia itu tinggi, Shafa. Lo gak harus terlihat seperti mereka." Shafa, gadis yang terobsesi mengubah penampilannya agar mencapai standar gadis ideal, bertemu dengan teman satu klub olimpiadenya yang menjadi incaran Nada-teman sebangkunya. Ia kira, Malvin seperti cowok kebanyakan yang selalu memandang rendah gadis sepertinya. Tapi ternyata, ia salah besar. "Kalau gak gitu, mereka bakalan ngejek gue terus, Vin. Gue capek dengerin omongan mereka." "Kenapa harus peduli sama mereka kalau yang bakalan ngeliat lo adalah gue?" • Cerita ini diikutsertakan dalam Arena Homebattle Anfight •
All Rights Reserved
#523
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • INSECURE LOVE (END)
  • AGGA
  • Don't Talk About Money
  • Comely Abelliza (SELESAI)
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Dear.  Pak DIMAS ( Selesai )
  • Sayang
  • Kelas A [End]

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines