RUANG INI

RUANG INI

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 12, 2024
Katanya malam hari adalah waktu yang tepat untuk overthinking, tapi tidak untuk siang ini. Lalulalang kendaraan yang berlawanan, beserta terik mentari yang terpantul pada aspal jalanan. Kang becak yang mengais roda supaya bisa jalan perlahan bagaikan gerakan slow motion yang tertangkap indra penglihatan ku. Aku yang berada dibalik pintu Apotek memperhatikan segala aktifitas luar yang begitu-begitu saja, membuat kepala berpikir ke mana-mana seperti laju kendaraan yang tiada hentinya. Pantas saja seperti itu, aku hampir minginjakkan kaki di usia 20an, tepatnya 21 tahun. Rasa-rasanya baru kemarin saya hahahihi main bareng teman-teman. Tau-taunya hari ini saya sudah berada pada ruang yang dipenuhi deret obat-obat yang harus terjual...... yuk mampir, untuk membaca cerita selanjutnya. Hai semuanya :)) Salam kenal dari Aku. Selamat menikmati karyaku.
All Rights Reserved
#420
bismillah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • survival in a destroyed world [BL]
  • Give Us A Good Life (ini kisah Vea..)
  • Cute Boys.[Bl]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Im's Figurans Eveline
  • Nouveautés [𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐌𝐈𝐆𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐄𝐍𝐃]
  • PAPERFLAKES

[DIMOHON BUAT READER'S SEBELUM BACA CERITA INI UNTUK TAHU KALAU INI MENCERITAKAN TENTANG TRANSMIGRASI YANG CUKUP KLISE. JADI JIKA ADA KALIMAT YANG SANGAT TIDAK MASUK AKAL MOHON DIMAKLUMI KARENA TIDAK AKAN ADA REVISI] sekian dari author. Arasya Putri Ghustav, gadis yang meninggal tepat di umurnya yang ke-17 tahun karena membantu seorang nenek nenek yang hendak menyebrang jalan. Yang tanpa gadis itu sadari dari arah kanan terdapat truk yang melaju kencang dan dalam sepersekian detik langsung menabrak tubuhnya. Untungnya saja nenek yang tadi ia tolong dengan cepat Arasya dorong ke tepi jalan membuat hanya tubuhnya saja yang terpental jauh hingga darah langsung merembes dari kepalanya yang terbentur aspal jalanan. Bukannya kesakitan, Arasya malah tersenyum di sela-sela kesadarannya. Karena ia merasa beban yang dipikulnya selama ini sudah tidak ia rasakan lagi. Tanpa gadis itu ketahui kalau jiwanya malah mengalami transmigrasi kedalam tubuh seorang gadis cupu yang sering dibully dan sangat dibenci oleh kedua abang kembarnya. Keajaiban memang seringkali ada di sekitar kita, sang nenek yang sudah Arasya dorong kepinggir jalan, keadaan nya tidak kenapa-napa hanya luka kecil sedikit. "Sungguh mulia hati mu nak, kau akan hidup kembali dengan bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah," ucap nenek-nenek itu lalu menghilang, namun sebelum itu sang nenek menyempatkan melihat tubuh Arasya yang sudah dikerumuni banyak orang, "semoga hidup keduamu membuatmu menemukan kebahagiaan nak." Mau baca? Tolong follow akun author dulu ya readers tersayang. MAU PLAGIAT? SINI KALAU BERANI DASAR TUKANG COPAS HASIL KARYA ORANG.

More details
WpActionLinkContent Guidelines