Bayang di Balik Candamu

Bayang di Balik Candamu

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Friends to Lovers
Highschool
Bryan Adhitama, seorang laki-laki yang manis dengan sikap cuek dan perhatian. Di kenal luas di lingkungan sekolah, bukan hanya karena statusnya sebagai wakil ketua OSIS, tetapi juga karena sikapnya yang tengil dan hobi menjahili teman-temannya. Meski begitu, tak ada yang bisa menyangkal bahwa ia adalah pribadi yang sigap dan bertanggung jawab. Salah satu orang yang paling sering menjadi korban kejahilannya Indira Gayatri, gadis cerdas dan baik hati yang juga aktif dalam satu organisasi. Jika bertemu mereka sudah seperti tom and jerry, saling kejar dan menggoda. Sehingga banyak orang mengira bahwa mereka adalah pasangan, padahal bukan. Ada pepatah lama "jika memiliki hubungan sahabat laki-laki dan perempuan, maka salah satunya akan jatuh cinta". Dan mungkin pepatah itu tak sepenuhnya salah. Bagaimana seorang Indira Gayatri selama ini diam-diam menanti Bryan Adhitama menyadarinya? Apakah mereka akan bersatu?
All Rights Reserved
#240
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines