SAJAK BERCERITA

SAJAK BERCERITA

  • WpView
    Reads 592
  • WpVote
    Votes 437
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 26, 2025
WpInfo
Non-Fiction
"Sajak Bercerita" adalah pertemuan antara puisi dan narasi-dua bentuk keindahan dalam kata yang menyatu untuk menggambarkan kehidupan. Ia bukan hanya sekadar untaian rima, melainkan suara dari jiwa yang ingin dimengerti. Dalam sajak, ada kehalusan rasa. Dalam cerita, ada perjalanan makna. Ketika keduanya bersatu, jadilah ia sajak bercerita-di mana setiap baris tidak hanya indah dibaca, tapi juga menyimpan kisah yang dalam. Sajak bercerita adalah upaya untuk tidak sekadar menulis, tetapi menghidupkan kembali kenangan, harapan, luka, dan cinta dalam bentuk yang paling manusiawi. Ia bukan hanya mengajak pembaca merenung, tapi juga merasa dan mengingat. Setiap kata dalam "Sajak Bercerita" adalah bisikan hati yang ingin didengar. Setiap kalimat adalah napas dari perasaan yang lama tertahan. Dan setiap halaman adalah perjalanan yang ingin disampaikan oleh seseorang yang terlalu lama diam.
All Rights Reserved
#153
irama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Hanya Saja
  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya
  • KONSEKUENSI HATI
  • Tentang Kamu [Completed]
  • Barisan Penyesalan
  • Rintik Rindu
  • Hurt Inside

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines