Stages of Grief

Stages of Grief

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 1, 2022
Kedatangan Arjun di kehidupan Calandra, kiranya akan menjadi penawar luka hatinya. Namun, Calandra salah. Kedatangan Arjun malah memperparah luka hatinya. Lebam, robek, patah, rapuh dan berdarah-darah. Patah berkali-kali, melalui hari-hari berat dan sedih. Ia juga melalui fase-fase dari kesedihan, atau yang biasa disebut stages of grief: denial, anger, bargaining, depression dan acceptance. Untuk sampai pada tahap acceptance, Calandra melakukan banyak hal untuk menyibukkan dirinya sebagai pelarian dari patah hati. Yang terpenting, Calandra memang telah kehilangan Arjun, tapi ia justru menemukan dirinya.
All Rights Reserved
#36
denial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Waktu Bersamamu
  • After Knowing You [COMPLETED]
  • I Will Always Love You
  • Day's with you [END]
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • Cavendish (Name) - BNHA Alternative Universe
  • The Soul That Shouldn't Be || Diberhentikan
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • AL: Stand Alone [END]

"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines