Hujan Tanpa Peta [COMPLETED]

Hujan Tanpa Peta [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 31, 2022
Arin mematung. Dia tidak pernah menyangka rangkaian kalimat klise akan keluar dari bibir adik kecilnya. Bukan. Bukan adik kecil dalam arti yang sesungguhnya, melainkan seorang pria yang selama enam tahun pernah Arin anggap sebagai adiknya sendiri. Kosongnya percakapan di antara mereka, membuat suasana semakin canggung. Ditambah lagi, mata Arin yang tak bisa membalas tatapan yang diberikan oleh lelaki di hadapannya. Pandji Anandika. Pria dengan penuh kemalangan yang tersembunyi. Manusia yang semula tersesat dalam jalan tanpa nama, sampai ia menemukan sebuah peta bernama Karina Rafaella. Wanita yang mengulurkan kompas untuk dirinya pulang. Tanpa pamrih, tanpa riya, dan tanpa perasaan. "Gapapa, 'kan, Kak? Kalau Aji suka sama Kakak?"
All Rights Reserved
#18
peta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • RAIN
  • Derai Hujan
  • Goodbye Alaska [END]
  • Matahari
  • RALINE
  • Ranaya
  • Kapasitas Semesta
  • Bukan Cerita Kita
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines