Heroine is Back

Heroine is Back

  • WpView
    Reads 33,333
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 16, 2024
"Sora hanya sekedar pembaca... sampai kisah itu menelannya." Elian, sang tokoh utama, mati di ujung mata pedang sihir ayahnya sendiri-Archduke Asteris-yang tak lagi mengingat putrinya karena kutukan gelap Valthorak. Novel Aldein Love Story pun berubah haluan, kehilangan heroine-nya, dan berakhir bahagia... tanpa Elian. Han Sora, gadis yatim piatu yang merasa hidup Elian mencerminkan dirinya, tak bisa menerima akhir yang begitu kejam dan sunyi. Namun takdir mempermainkan segalanya. Setelah kematian tragis demi menyelamatkan sahabatnya, Sora membuka mata sebagai Elian-tokoh yang sudah seharusnya mati dan terlupakan. Tapi ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah kisah tentang ingatan yang terhapus, takdir yang melenceng, dan rahasia besar yang tertulis di antara garis takdir dunia fiksi... dan dunia nyata.
All Rights Reserved
#150
femalelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Scarlet Moon: The Last Witch
  • SAAT NAMAKU TERLUPAKAN
  • Limited Time Antagonist [END]
  • The Devil's Love
  • The Miracle Of Crystals
  • I Became the Villain's Little Brother
  • Velmora Arcane Academy
  • ASRAR [TERBIT]
  • Descent into Desire

(on-going) Sinopsis Lunette Dimitria seharusnya sudah mati. Eksekusi yang membakar tubuhnya di tengah pekikan manusia seharusnya menjadi akhir. Namun, saat ia membuka mata, dunia yang dikenalnya telah berubah-atau lebih tepatnya, ia telah berubah. Dalam tubuh Lunette, seorang perempuan dari dunia lain terbangun, menyadari bahwa ia kini menjadi tokoh penjahat dalam novel yang pernah ia baca. Sebuah novel dengan akhir yang tragis, di mana Lunette, penyihir terakhir dari kaumnya, harus mati tanpa kesempatan untuk membela diri. Saat ingatan samar tentang pembantaian yang menghapus seluruh kaumnya kembali menghantuinya, Lunette dihadapkan pada dua pilihan: menerima nasibnya dan menunggu ajal seperti dalam novel, atau melawan takdir yang telah dituliskan untuknya. Namun, sebelum ia sempat menentukan langkahnya, pasukan istana datang memburunya lebih cepat dari yang seharusnya. Kini, dengan kekuatannya yang tersegel dan satu-satunya sekutu yang ia miliki dalam bahaya, Lunette harus melarikan diri. Dunia ini bukan lagi sekadar cerita, dan ia bukan hanya penonton. Jika ia ingin bertahan hidup, ia harus menggali kebenaran di balik kehancuran kaumnya-dan mungkin, mengubah akhir yang telah ditentukan untuknya. "Dulu aku membaca kisah tragismu, dan kini aku terjebak di dalamnya." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines