SAY SARANGHAE

SAY SARANGHAE

  • WpView
    Reads 1,314
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Menikah dengan seseorang yang masih belum usai dengan masa lalunya adalah hal yang menyakitkan. Membangun Rumah Tangga sendirian tanpa adanya Imam adalah hal yang mustahil dilakukan. Jatuh cinta sendirian itu juga sama menyakitkannya. Tak ada kasih sayang dalam kehidupan pernikahannya. Hanya air mata dan kesedihan yang mewarnai kehidupannya setelah menikah. Kehadiran masa lalu membuat pernikahannya semakin nelangsa. Tak dianggap, diabaikan, tak dicintai itu sangat menyakitkan padahal dia sudah melayani sebagaimana selayaknya seorang istri. Rasa cinta dan sayang tak didapatkannya dari sang suami sebab pemuda itu masih berkutat sibuk dengan masa lalunya. Ingin menyerah dan mengakhiri semuanya tapi dia sudah berjanji akan membersamai pemuda itu sampai kapanpun. Ingin terus melanjutkan pernikahan tapi sama sekali tak dianggap keberadaannya. Akankah gadis itu tetap bertahan dengan Rumah Tangga yang tak sempurna atau memilih menyerah dan mengakhiri segalanya?
All Rights Reserved
#321
mendua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • POOR LOVE
  • Dilema Cinta
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Kuterima Khitbahmu
  • THE FIND LOVE
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • Takdir From Allah (Revisi)

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines