Ombak Laut

Ombak Laut

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 5, 2022
Setiap insan pasti mempunyai kenangan yang berharga. Namun, apa jadinya jika kenangan itu harus dipaksa terkubur didalam hati tanpa harus membuka nya walaupun hanya 1 cm. Hidup ini seperti air sungai yang mengalir mengikuti aliran yang seolah telah menjadi kan itu sebagai jalan untuk mencapai tujuan hidupnya.
All Rights Reserved
#62
kasmaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Senior
  • Salma yang bertabrakan dengan mahasiswa kedokteran, dan berakhir dengan hubungan
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • 「 Our Life 」
  • Aku Layak Untukmu (Completed)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • FRIENDzone (Completed)
  • MENDEKAP RINDU
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Love Faith And Hope

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines