The Oblivio

The Oblivio

  • WpView
    přečtení 78
  • WpVote
    Hlasy 20
  • WpPart
    Části 5
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno sob, úno 18, 2023
Terkadang orang lupa identitas aslinya. Selalu ada kepribadian lain yang hadir di dalam dirinya. Fase inilah yang membuat manusia melakukan hal-hal keji yang berdampak buruk bagi dunia dan sesama makhluknya. Attention ⚠️ Semua alur cerita, hasil murni dari pikiran watashi. Jadi, kalo ada cerita yang alurnya mirip banget kaya begini. Jangan tinggal diam, laporkan kepada watashi! Jangan lupa sisipkan vote dan comment kalian. Terima kasih! * kemungkinan akan ada perubahan dalam tagar cerita ini selama cerita "The Oblivio" terus berjalan.
Všechna práva vyhrazena
#931
apocalypse
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Kiamat dalam buku: menimbun miliaran persediaan dan bergantung pada penjahat
  • Saya Menolak Menjadi Peran Pendukung Wanita Yang Hanya Menjadi Umpan Meriam(end)
  • Where am I?
  • XEANEE [On Going]
  • ~END~|Bunga Putih Kecil yang Memainkan Peran Bos yang Mendominasi di Akhir Dunia
  • [BL] Whattt Kiamat? Ayo Peluk Paha Protagonis
  • Hide the Gothic
  • Another [END]

NOVEL TERJEMAHAN Penulis: Kelinci Toffee Tipe: Perjalanan Waktu Kelahiran Kembali Status: Selesai Deskripsi: [Kiamat + Transmigrasi ke dalam Buku + Ibu Jahat + Penimbunan + Sistem + Belaian Manis] [Pahlawan wanita yang imut dan genit + pahlawan yang kejam] Shu Xin secara tidak sengaja bertransmigrasi ke dalam sebuah buku dan menjadi peran pendukung wanita yang menjadi umpan meriam dalam sebuah novel apokaliptik. Agar dapat bertahan hidup dengan sukses dari kiamat yang akan datang setahun lagi, Shu Xin memutuskan untuk berpegangan erat pada paha bos besar di sebelahnya! Menggunakan warisan yang ditinggalkan orang tuanya, Shu Xin bekerja keras untuk menimbun persediaan sambil mencoba membawa bosnya kembali ke rumahnya. Setelah memastikan hubungannya, Shu Xin memeluk paha Yan Mo dan merasakan otot-otot di bawah tangannya. Dia menatapnya dengan mata berbinar dan tidak dapat menahan desahan dalam hatinya atas keputusannya yang bijak dan berani. Paha ini kuat banget! Tak peduli seberapa panas, basah, dingin, atau ada zombie, selama aku memegang erat pahamu, tak ada yang bisa melakukan apa pun padaku! PS: Ini adalah cerita manis tentang akhir dunia, ringan dan sehari-hari [Terjemahan google]

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu