Puisi : Sabda Nona

Puisi : Sabda Nona

  • WpView
    GELESEN 23
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Feb. 1, 2022
Puisiku serupa ular berganti kulit mengelupas dendam menumbuhkan ribuan bunga Tapi nona bagaimana bisa? Kau terus merebus luka sedang kedamaian hanyalah igauan belaka. Hai, mari berkunjung ke rumah nona. Kita minum teh puisi sambil berbincang sejenak. Tapi jangan heran, jika di tengah perbincangan sesekali nona menangis lalu kembali tertawa hihi. Jangan lupa vote dan komen yaa :) Oh iya, ingat taruh kembali cangkirnya yaa. Jangan dibawa pulang apalagi dijual ke pasar loak :( Luv
Alle Rechte vorbehalten
#260
poet
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Painful By Accident (Completed)
  • Desahan Lupus
  • 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮
  • Dermaga Tua
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • ARA - REVISI
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Happy [ Sudah Terbit ]

[Cerita Sudah lengkap!] Pada saat itu orang ketiga di antara mereka yang iri dengan hubungan Bulan dan Arya berusaha membuat hubungan mereka hancur. Setelah Bulan kehilangan kesucian yg selalu ia jaga, karena sebuah kesalahan membuat Bulan membenci Arya. Plak "DASAR BOCAH BERANDAL! INI SEMUA TERJADI KARENA KAMU!? MASA DEPAN BULAN SUDAH HANCUR!" Amuk Ranti pada Arya. Arya bangkit. "Saya akan bertanggung jawab Tante, jangan biarkan Bulan menikah dengan Yudha! Laki-laki pilihan Tante, yang mungkin membuat Bulan semakin menderita?" Balas Arya. Dan pada saat itu juga, Bulan dan Arya terjebak dalam sebuah pilihan yang menyakitkan. Begitupun Arya yang bingung akan seperti apa hubungannya dengan Bulan selanjutnya? ______________________________________ "Aku tidak akan menyerah dengan takdir yang menjatuhkan ku, Menyerah tidak akan mengubah nya. Yang aku tahu hanyalah berjalan terus maju hingga bertemu cahaya itu bersamamu." ---------Aryasatya Maharaja--------- "Bagiku, bertahan di tempat itu tanpamu rasanya begitu hampa. Aku akan jatuh berkali-kali tapi bila bersamamu aku bisa merasakan langsung nikmatnya bangkit setelah jatuh dan menemukan cahaya itu bersamamu." -------Rembulan Kejora Savanna----- [CERITA INI MURNI IMAJINASI SENDIRI, PLAGIAT MOHON MENJAUH!] Judul di ganti sementara, masih belum Nemu judul yg bener" cocok sama alur ceritanya. (Masih banyak typo bertebaran) ®17+ Copyright©AlfiyahNr2021

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien