Puisi : Sabda Nona

Puisi : Sabda Nona

  • WpView
    LECTURES 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., févr. 1, 2022
Puisiku serupa ular berganti kulit mengelupas dendam menumbuhkan ribuan bunga Tapi nona bagaimana bisa? Kau terus merebus luka sedang kedamaian hanyalah igauan belaka. Hai, mari berkunjung ke rumah nona. Kita minum teh puisi sambil berbincang sejenak. Tapi jangan heran, jika di tengah perbincangan sesekali nona menangis lalu kembali tertawa hihi. Jangan lupa vote dan komen yaa :) Oh iya, ingat taruh kembali cangkirnya yaa. Jangan dibawa pulang apalagi dijual ke pasar loak :( Luv
Tous Droits Réservés
#484
poet
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rain-A
  • Painful By Accident (Completed)
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • Kata Terpendam
  • Eliinaa
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • SOMEONE
  • Dermaga Tua
  • My Cold Boy (Tamat)
Rain-A

"Ga ada yang gue suka didunia ini kecuali hujan!" Ucap Raina sambil menengadahkan wajahnya agar tersapu dinginnya air hujan. "Kalau gue? Lo juga ga suka?" Ketika hujan menjadi sahabatmu, perlahan dirimu menyatu dengan hujan. Ketika hujan menjadi sahabatmu, luka akan mengalir bersama jutaan tetes bulir hujan. Ketika hujan menjadi sahabatmu, tawa berubah menjadi gema dalam bisik riuh derasnya hujan. Dan Raina menjadikan hujan sebagai sahabatnya. Hujan mengambil segalanya dari Raina tapi hujan juga yang memberikan segalanya untuk Raina. Mulai publikasi : 20 Juli 2020 Karya real pemikiran sendiri Mohon plagiator segera menjauh

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu