Puisiku serupa ular berganti kulit
mengelupas dendam
menumbuhkan ribuan bunga
Tapi nona
bagaimana bisa?
Kau terus merebus luka
sedang kedamaian hanyalah igauan belaka.
Hai, mari berkunjung ke rumah nona. Kita minum teh puisi sambil berbincang sejenak. Tapi jangan heran, jika di tengah perbincangan sesekali nona menangis lalu kembali tertawa hihi.
Jangan lupa vote dan komen yaa :)
Oh iya, ingat taruh kembali cangkirnya yaa. Jangan dibawa pulang apalagi dijual ke pasar loak :(
Luv
All Rights Reserved