TENTANG NIKI

TENTANG NIKI

  • WpView
    مقروء 69
  • WpVote
    صوت 14
  • WpPart
    فصول 4
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, فبر ٢٢, ٢٠٢٢
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
"kita putus "ucap riyan "ha?putus?! setelah kamu lakuin itu ke aku kamu senaknya saja putusin aku?"ucap Niki dengan mata yg berkaca kaca "udah lupain aja kejadian malam itu"ucap riyan santai niki kaget mendengar perkataan riyan tadi semakin dia buat kesal,marah, dan kecewa oleh riyan "kamu bilang apa tadi? lupain aja, Gila kamu segitu mudahnya kamu bilang gitu, mana janji kamu yg katanya mau tanggung jawab sama aku dasar pemobohong pengecut kamu "ucap niki yg sudah meneteskan air matanya. Riyan hanya bisa diam yg melihat niki menangis dan tidak bisa berkata kata lagi Akan kah niki mendapatkan tanggung jawab dari riyan atau tidak...? ................. #Heyy guys sebelum membaca jangan lupa vote dan komen.
جميع الحقوق محفوظة
#985
non-fiksi
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Maaf' (Revisi)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RION IS MY MANTAN!
  • PERFECT IN MY EYES
  • Young Papa
  • My Sweet Enemy
  • I Love My Little Sister
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Albel

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى