METAMORFOSIS

METAMORFOSIS

  • WpView
    Reads 606
  • WpVote
    Votes 421
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 10, 2022
"Mana sih yang namanya Aruna?" Zein bertanya pada Dhafi, mereka duduk di sudut lapangan, sekaligus memperhatikan adik kelas yang sedang berolahraga. Mata tajam Dhafi dengan cepat menyapu seluruh lapangan basket, "yang itu." Dhafi menunjuk seorang siswi yang susah payah mengatur napas, tubuh besarnya terlihat mencolok diantara siswa lain. Zein mengikuti arah telunjuk Dhafi dengan matanya, tawa keras keluar dari mulut Zein saat melihat Aruna, membuat siswa yang sedang berolahraga mengalihkan fokusnya kepada Zein. "Hahahaaa kok ada ya cewek yang masih percaya diri datang ke sekolah dengan tubuh gede kayak truk gitu," Zein memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu keras. "Merusak pemandangan tau gak," Zein melanjutkan tawanya, mengusap air mata yang keluar di ujung matanya. "Lo jangan ngomong gitu Zein," Dhafi melirik Aruna, dia merasa bersalah sudah membuat Aruna menjadi bahan olokan Zein. "Lah kenapa, kan yang gue bilang juga kenyataan, apa salahnya," Zein membela diri. Aruna menundukan kepapanya, dia dengan sangat jelas mendengar percakapan Zein dan Dhafi, Aruna mengabaikan bisikan teman - teman tentang dirinya. Aku punya salah apa ya sama dia, kenapa dia membicarakan aku seolah aku pernah punya salah? Apa punya tubuh yang besar merupakan sebuah kesalahan? Apa punya fisik yang tidak sempurna adalah sebuah kesalahan? Aruna menengadahkan kepala, menatap langit berusaha menahan air mata agar tidak keluar, menyalahkan takdir yang sudah ditetapkan untuknya. Kenapa aku dilahirkan seperti ini?
All Rights Reserved
#99
insecure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE CLIMB [Completed]
  • Arunika
  • Arsyilazka
  • Sudut pandang (felisha)
  • Milova
  • ON SIGHT (Completed)
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • SENIOR'S [END]✅
  • AIRIS
  • HEY!! MR. COOL?! [END]

Cerita diprivate acak biar gak diacak-acakin. Follow dulu kalo mau baca secara lengkap (Humor-Teenfiction) "ngakak terus daritadi" "ceritanya mulai bikin baper euy, ada cerita yang relate banget lagi sama aku" "gue baper kadang ketawa kadang nangis, kadang dibilang mama 'kamu kenapa sih?' atau ga 'kamu chatan sama pacar ya?' padahal ga punya" "ya allah nyesek amat ya jadi lu" "ga tau harus tawa atau ikut sedih" "boljug caption ig" "gue yakin 100% yang buat cerita ini otaknya rada geser juga" "gue ga berenti ngakak kalo alip ngomong" "deg-deg an nih, kalo gue di posisi mereka" "jadi pengen kesitu" "kok lucu sih thor, gue ketawa mulu kalo baca story lu" "gue sedih sambil ngakak kayak orgil" "nah iya gue juga bingung kasih tau dong thor" Tentang Alyviah yang kepergok calon gebetan, sedang 'Bersolo Karir' di depan kipas angin ruang tamu rumahnya. Dan ketika Alyviah sedang melangsungkan 'Konser Tunggal' di dalam kamarnya, lagi-lagi ia kepergok. Misi tersulit Alyviah cuma satu, melelehkan es batu berjalan seperti Rafka si 'Anak Gunung'. Seperti kalian ketahui, karakter Anak Mapala atau Anak Gunung biasanya lebih mementingkan 'Dunia Alam' nya, ingin bebas, tidak mau terikat dengan apapun, tidak suka peraturan, dan berbagai karakter lainnya. Ya memang sih, Anak Mapala juga jadi incaran cewek-cewek di kampus karena mereka adalah sosok petualang. Kemungkinan perjuangan Alyviah akan seperti pendakian. Medannya terjal dan membuat kelelahan karena miring beberapa puluh derajat, tidak lurus, kadang licin, terjungkal, tersungkur, dan terjatuh. Namun, apakah akhir perjalanan Alyviah akan mendapati pemandangan yang indah? Terselip juga cerita tentang pendakian, ada beberapa gunung yang akan ditaklukkan. Mari mendaki---tertawa, sedih, kesal, kecewa, marah, baper bersama!

More details
WpActionLinkContent Guidelines