Berjodoh dengan CEO

Berjodoh dengan CEO

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 2, 2022
"Saya bukan perawat, ini bukan di rumah sakit. Nona sudah sekitar 5 hari tidak sadarkan diri." Ucapnya lalu pergi begitu saja. "Eh eh, gimana ini? Gak mudeng." Percuma saja, Karina berteriak namun wanita itu telah pergi dari ruangannya. "Ini ceritanya gue diculik nih?." Namun, setelah spekulasi terakurat menurut Karina itu terlontar, tiba - tiba saja pintu ruangannya terbuka kembali. "Gue mau pulang please, gue masih kuliah udah sampe semester 7 ini lagi sibuk ajuin skripsian. Jadi masih beban keluarga, gak ada uang buat nebus nya. Rugi sebenernya nyulik gue tuh huhu." Namun, saat Karina masih menunduk memohon malah terdengar suara yang asing kembali bukan wanita paruh baya yang sebelumnya melainkan suara bass laki - laki. "Berisik." ~ Karina Putri Merliana ~ Arka Hira Almartya
All Rights Reserved
#32
mahasiswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • Keep Your Smile
  • Ardi & Ara [End]
  • Ayesha Transmigration
  • ANNISA {ON GOING}
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • She's my wife❕
  • 7 hari menggapai cintanya
  • Orang Ketiga
  • So I Married A Senior
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines