Maysa Helsen dan Tania Helsen adalah anak kembar berusia lima tahun dari pasangan Maysahril Helsen dan Taniela Gristie. Dahulu, mereka tinggal di kota, tetapi pindah ke desa untuk bertani. Mereka mengontrak di sebuah rumah yang jauh dari tetangga.
Watak keduanya berbeda, Maysa memiliki watak keras kepala, penakut, dan acuh tak acuh, sementara Tania memiliki watak penurut, sedikit berani dan peduli. Rambut mereka sebahu, tetapi Maysa lebih suka mengikat rambutnya, sedangkan Tania suka melepas rambutnya.
Kedua anak itu sering ditinggal pergi oleh Maysahril dan Taniela. Pada awal mereka tinggal semuanya biasa saja. Tidak ada gangguan, meski kedua anak itu hanya di dalam rumah karena tak berani keluar sesuai perintah dari orang tua mereka.
Maysa dan Tania selalu menghabiskan waktunya dengan bermain boneka. Nama boneka kucing Maysa adalah Titan dan nama boneka kelinci Tania adalah Sani. Kadang kala Maysa membentak Tania, tetapi Tania hanya diam saja.
Seiring berjalannya waktu, keadaan rumah mereka sangat jauh dari kata aman. Sering kali, anak-anak itu diteror dan membuat mereka harus bisa mengatasi semuanya sendiri. Apakah mereka bisa mengatasi semua teror yang mengusik mereka? Ataukah mereka tak mampu mengatasi teror tersebut?
Kehilangan ibunya karena sakit adalah pukulan berat, namun yang lebih menghancurkan hatinya adalah pengkhianatan sang Papa. Belum genap dua minggu ibunya meninggal, Anton, Papanya, membawa wanita simpanannya ke rumah dan menikahinya secara siri. Kemarahan dan kebencian Gara semakin membara saat Anton lebih memperhatikan istri barunya dan Shena, anak tirinya yang baru berusia 12 tahun.
Rumah yang dulu penuh dengan kehangatan dan cinta kasih, kini menjadi neraka bagi Gara. Ia merasa jijik dan muak dengan kemunafikan yang terjadi di sekitarnya. Baginya, Anton adalah sosok menjijikkan yang tak tahu malu dan pengecut.
Shena, di sisi lain, merasa bersalah atas perbuatan ibunya dan berusaha mendekati Gara. Meskipun Gara selalu bersikap dingin dan ketus, Shena tak menyerah.
Suatu hari pertahanan Gara retak setitik. Namun apakah Shena mampu meruntuhkan retakkan tembok Gara?