Dear My Self

Dear My Self

  • WpView
    Reads 431
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 30, 2023
Hidup adalah sebuah perjalanan dan setiap perjalanan yang kita lewati ada sebuah proses pendewasaan diri. usiaku ku menuju kepala dua. Aku tumbuh besar menjadi orang yang tidak bisa dibilang kuat. Namun aku selalu percaya bahwa pundak ku mampu melewati proses demi proses kehidupan. meski tubuh lebam dihajar realita tapi ini adalah sebuah perjalanan panjang tanpa ujung, yang akan membawa kita melewati banyak lika liku kehidupan. Mari meyakini bahwa diri ini bisa melewati banyak hal yang akan terjadi. Mari merawat rasa iklas dengan baik. Mari percaya bahwa penerimaan orang lain tidak lah penting bagi kita. Aku banyak menitipkan doa untuk diriku sendiri. Semoga tuhan berkenaan disetiap pilihan dan langkah ku. Aku percaya bahwa bahagia di dunia ini tidak ada yang abadi, selalu saja bersanding dengan sedih, banyak hal diluar kendali kita, dan yang jadi pemenang adalah iklas. Terimakasih, peluk hangat diri
All Rights Reserved
#458
mentalhealt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • Self Injury's(complete)✔
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • Letters for Self
  • Langit Malam
  • pengendali hati
  • Notes of Healing
  • 7 DREAM [END]
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines