Dear My Self

Dear My Self

  • WpView
    Reads 431
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 30, 2023
Hidup adalah sebuah perjalanan dan setiap perjalanan yang kita lewati ada sebuah proses pendewasaan diri. usiaku ku menuju kepala dua. Aku tumbuh besar menjadi orang yang tidak bisa dibilang kuat. Namun aku selalu percaya bahwa pundak ku mampu melewati proses demi proses kehidupan. meski tubuh lebam dihajar realita tapi ini adalah sebuah perjalanan panjang tanpa ujung, yang akan membawa kita melewati banyak lika liku kehidupan. Mari meyakini bahwa diri ini bisa melewati banyak hal yang akan terjadi. Mari merawat rasa iklas dengan baik. Mari percaya bahwa penerimaan orang lain tidak lah penting bagi kita. Aku banyak menitipkan doa untuk diriku sendiri. Semoga tuhan berkenaan disetiap pilihan dan langkah ku. Aku percaya bahwa bahagia di dunia ini tidak ada yang abadi, selalu saja bersanding dengan sedih, banyak hal diluar kendali kita, dan yang jadi pemenang adalah iklas. Terimakasih, peluk hangat diri
All Rights Reserved
#63
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • pengendali hati
  • Jejak
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • DUA GARIS
  • Manusia dan Coretannya [TAMAT] - Revisi
  • Lembut Seperti Doa
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines