Aska
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini menceritakan kehidupan keluarga Aska, di mana Aska besar dan membentuk karakter kepribadian yang Aska bawa hingga remaja. Aska sendiri lelah dengan keadaan, bukannya Aska tidak bersyukur tapi Aska hanya merasa lelah. Hari demi hari yang Aska rasakan tidak seperti dulu ketika Azka masih kecil. Terkadang Aska suka merindukan masa dimana Aska hanya berpikir cara untuk bermain bukan cara untuk berdamai dengan trauma. Tahun ke tahun Aska tumbuh dalam keluarga yang sederhana. "Sakahku apa?" "apa kekurangan ku." "Kenapa aku harus mengalami ini, sedangkan anak-anak yang lain tidak." Aku terus memikirkan hal yang sasangat menggangu dalam hidup ku yaitu tentang nasib ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • cerita diatas kanvas
  • Tikungunya
  • Aksa
  • Diary Aksa
  • transmigrasi: Altharka (END)
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines