Aska
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 5, 2022
Cerita ini menceritakan kehidupan keluarga Aska, di mana Aska besar dan membentuk karakter kepribadian yang Aska bawa hingga remaja. Aska sendiri lelah dengan keadaan, bukannya Aska tidak bersyukur tapi Aska hanya merasa lelah. Hari demi hari yang Aska rasakan tidak seperti dulu ketika Azka masih kecil. Terkadang Aska suka merindukan masa dimana Aska hanya berpikir cara untuk bermain bukan cara untuk berdamai dengan trauma. Tahun ke tahun Aska tumbuh dalam keluarga yang sederhana. "Sakahku apa?" "apa kekurangan ku." "Kenapa aku harus mengalami ini, sedangkan anak-anak yang lain tidak." Aku terus memikirkan hal yang sasangat menggangu dalam hidup ku yaitu tentang nasib ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lilin di tengah hujan [END]
  • DANADYAKSA
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • transmigrasi: Altharka (END)
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]
  • Aksa
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Aksara Bercerita

Amara, seorang gadis berusia 14 tahun, adalah anak tengah dalam keluarga sederhana yang tampak bahagia dari luar. Kakaknya, Aditya, adalah siswa berprestasi, sementara adiknya, Keisha, selalu menjadi pusat perhatian dengan sikap manisnya. Amara merasa seperti bayangan di antara mereka-tidak terlihat, tidak didengar. Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Amara mengidap gangguan mental yang dikenal sebagai Major Depressive Disorder. Dalam pikirannya yang rapuh, ia berjuang melawan rasa tidak berharga, kecemasan, dan keputusasaan yang terus menghantuinya. Ketika keluarganya menghadapi krisis keuangan setelah ayahnya kehilangan pekerjaan, beban emosi di rumah semakin berat. Ibunya menjadi lebih sibuk mencari cara untuk menutupi kebutuhan keluarga, sementara kakaknya mulai menjauh karena tekanan akademik. Adiknya, meski ceria, terlalu muda untuk memahami perasaan Amara. Di tengah situasi itu, Amara menemukan sedikit pelipur lara dalam seni melukis, menggambarkan dunia yang ia inginkan tetapi tidak bisa ia capai. Namun, ketika rahasia tentang penyakitnya mulai terungkap melalui coretan diari yang tak sengaja ditemukan oleh adiknya, seluruh dinamika keluarga berubah. Kisah ini mengikuti perjuangan Amara untuk menemukan tempatnya di dunia, melawan rasa sakit yang tak terlihat, dan belajar bahwa hidup, meski penuh badai, bisa menjadi indah jika ia menemukan kekuatan untuk bertahan. Dengan bantuan seorang teman tak terduga dan perlahan-lahan dukungan keluarganya, Amara mulai menyadari bahwa meskipun dirinya adalah "anak tengah yang terabaikan," ia memiliki nyala kecil yang mampu menerangi hidupnya sendiri-seperti lilin di tengah hujan. Novel ini menggambarkan perjalanan batin seorang remaja yang berjuang melawan keterasingan, tekanan keluarga, dan dirinya sendiri, dengan pesan bahwa keberanian untuk hidup adalah bentuk kemenangan terbesar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines