Story cover for Gavin by nasywaaisyiah
Gavin
  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Feb 04, 2022
Selfharm dan percobaan bunuh diri sudah berkali kali Gavin lakukan, berharap bisa menemui ajalnya.  Kira kira apa yang menyebabkan Gavin melakukan hal tersebut? Lantas bagaimana kondisi gavin sekarang?


Fyi, cover yang aku pakai diambil dari mentahan cover di pinterest. Jadi mohon memaklumi apabila menemukan cerita dengan cover yang sama!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Gavin ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#803anxiety
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
C oleh IniAku-BukanKamu
27 bab Lengkap
"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Sangkar si Biru [On Going] cover
HAK UNTUK BUNUH DIRI cover
Meneroka Jiwa 2 cover
DENGARKAN ZAFRAN SEBENTAR ✔️ cover
[I] Ralaya ✔ cover
C cover
Archetypal [Terbit] cover
Jangan Pukul Devan, Ayah!  (END) ✅ cover
Girl At Middle Night. cover

Sangkar si Biru [On Going]

8 bab Bersambung

Sean Biru Angkasa namanya, entah minggu ke berapa di tahun ini. Rasanya sesak sekali. Sudah berapa kali gadis itu menangis? Entahlah, pun, tak akan ada yang peduli. Sudahlah, sekarang waktunya tidur, kedua adiknya juga harus masuk ke kamar untuk istirahat. Tapi, hey! Bagaimana cara menghentikan ini? Air asin ini terus mengalir dengan bodohnya, dadanya terasa sangat sesak. *** Ini bukan sebuah awalan, tetapi pertengahan kisah. Entah sejak kapan ini dimulai, tapi kuucapkan selamat datang. Selamat datang di 'Sangkar si Biru' yang sudah berkarat. Credit Cover by. IG@be_zzyl00 ~Chapter dengan judul berbahasa Inggris adalah side story. ~Jika ada keterlambatan up, dikarenakan kondisi mental author yang tidak baik-baik saja saat menulis. Silakan follow akun ini untuk melihat progres pembuatan. Kisah ini diubah sebagaimana mestinya agar tidak terlalu menunjukkan aksi self harm, kekerasan, dan kegilaan. Selamat Membaca.