Assembly Point

Assembly Point

  • WpView
    Reads 2,229
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 29, 2024
Lewat tiga tahun sejak terbentuk, band Rangkasa yang dianggotai Izar, Fado, Bari, dan Sena, berhasil membuka jalan menuju impian. Setelah menyabet juara pertama dalam kompetisi festival band nasional, Shout Your Sound!, mereka ditawari kontrak ekslusif oleh Swaratama, salah satu label rekaman bergengsi di Indonesia. Di hari penandatanganan kontrak, sang bassistㅡFado, mendadak hilang tanpa kabar. Menyebabkan personel Rangkasa yang lain terpaksa membatalkan kontrak dan kembali ke titik nol. Sebagai vokalis dan pendiri Rangkasa sekaligus teman terdekat Fado, Izar mengalami masa paling sulit menerima keadaan. Dalam usaha bangkit dan mencari pengganti Fado, Izar terpaksa berhadapan dengan hal-hal tidak menyenangkan. Salah satunya datang dalam wujud Yusran, si calon bassist baru yang memusuhinya tanpa alasan. Hingga ketika Rangkasa akhirnya mampu membangun harmoni baru bersama Yusran, Fado justru pulang, membuat semua yang telah tersusun menjadi kembali berantakan. Sekali lagi, Rangkasa berada di ambang perpecahan. ㅡMar, 2022. Published: Aug, 2023.
All Rights Reserved
#453
youth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MADEIRA [Sudah Dibukukan]
  • DREAM'S SQUAD || 00L [NCT Dream] ✔
  • Tessa
  • [END] Cla
  • ECHO SOUL
  • Behind It (Revisi)
  • About Hope |√
  • Raden Kian Santang (Mahkota Baru Pajajaran)
  • Ananta Bandhana

Judul: Madeira Penulis: Wulan Kenanga Penerbit: Gradien Mediatama Halaman: 224 Pre-order: 25-31 Januari 2022 Harga: Rp88.000,- Blurb: "Kenapa kau tak terbuka seperti dulu? Dei yang selalu ceria dan cerita banyak hal padaku. Kenapa kita tak bisa sedekat dulu?" Lim berkata penuh emosi. Kali ini, dia tak berhasil mempertahankan ketenangannya. "Semua sudah berakhir, Lim." Suaraku tertahan. "Kenapa kau menuntut banyak hal, sedangkan kau sendiri yang pergi? Setelah bertahun-tahun tak saling berkirim kabar, sekarang kau menuntut sebagai orang yang paling mengerti aku?" Lim membeku. Ia seperti tak siap dengan ucapanku. Baginya, aku Dei yang sama. Dei yang perlu ia lindungi, Dei yang membutuhkan perhatian penuh darinya. "Persahabatan kita sudah lama berakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines