Azzahra
  • WpView
    Reads 3,451
  • WpVote
    Votes 368
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
"Nangis, Ra. Gak apa-apa kok." "Per-gi ...." Suara Zahra bergetar karena menahan tangis. Hati Ali semakin hancur lebur. Tangan pria itu bergerak untuk mendekap tubuh Zahra. Namun, hal itu ia urungkan ketika tiba-tiba teringat aturan agama yang membatasi gerak-geriknya. "Gak apa-apa, nangis aja. Kadang kita perlu menghujani luka dengan air mata. Tapi jangan lama-lama, karena sebentar lagi pelangi akan tiba." ****** "Gue enggak peduli sama masa lalu lo. Apa yang dipedulikan seorang pecinta selain mencintai?" Rambut hitam Ali bergerak pelan ditiup angin. Zahra tersenyum cerah. "Li, kok Ali rese." "Rese kenapa?" "Bikin jantung Zahra deg-degan terus!" Zahra memukul-mukul pergelangan tangan Ali dengan tasnya. ****** Kisah ini tentang Azzahra, gadis cantik bermata hazel yang dipaksa kuat karena terlahir dari keluarga yang tidak baik-baik saja. Banyak yang kalian tidak ketahui tentang gadis penyandang nama Azzahra, yang dibalik namanya menyimpan arti bunga yang bermekaran dan indah. Berkebalikan dengan arti namanya, Azzahra bak bunga yang lunglai dan layu setelah kepergian orang terkasihnya dan kejadian yang membuatnya trauma. Tapi, semenjak Azzahra menikah muda dengan seorang pria bernama Muhammad Ali Al hafidz yang menyebutnya sebagai bidadari, ia berusaha untuk bangkit dan menyembuhkan sayap-sayapnya yang patah. jangan berpikir hidup Azzahra akan berjalan sesuai harapan, pada kenyataannya berbagai luka silih berganti menusuk hatinya, hingga pada suatu senja, Azzahra merasa lelah dan ingin menyerah. apakah Azzahra juga akan menyerah mencintai Ali?
All Rights Reserved
#6
cowokidaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pahala Surgaku✓
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Arsalan Sa'ad Al-Malik
  • Bersamamu hingga ke syurga (TERBIT)
  • Sekuntum Bunga Tulip {END}
  • Cinta Suci Zahra✓
  • 𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐒𝐇𝐀𝐅 𝐃𝐈𝐁𝐄𝐋𝐀𝐊𝐀𝐍𝐆𝐌𝐔
  • Keindahan 2 Hati  (Gus Rey & Aza)
  • Takdirku Untukmu (END)

"Aku akan meminta sekali kepada Allah supaya jannah menyatukan kita, lagi." Khairul Khan. Lelaki yang populer karena terkenal dengan berbagai macam prestasi buruk itu mustahil tidak ada yang kenal dengan dirinya seintro sekolah.Tingkah ajaibnya yang selalu buat guru-guru pusing hingga darah tinggi pun berhasil dimunculkan oleh ulah aneh cowok tersebut. Suka sekali membuat keributan akan tetapi cowok itu sama sekali tidak suka jika seseorang mengusik ketenangannya. Terdengar aneh bukan? Abidadari Al-Arsy Auliya. Perempuan kalem nan lembut. Pindahan pesantren dan seorang hafidzah sekaligus Ning. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Khairul itu. Namun apa jadinya jika kedua makhluk itu Allah satukan dengan ikatan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya? "Abi, kenapa aku harus nikah sama orang itu? Gimana aku bisa yakin bahwa jalan surgaku ada padanya sedangkan sikapnya aja kayak gitu?" "Karena dia jodoh terbaik dari-Nya. Percaya sama Abi. Supaya yakin jika jalan surgamu ada padanya, maka taatlah kepadanya selagi tidak membuat kamu bermaksiat kepada Allah." Hingga satu fakta membuat Abida tercengang seketika. Khair, cowok yang selalu kita bicarakan karena keonarannya itu ternyata sama seperti Abida. Pasalnya cowok itu.... BAGAIMANA CERITANYA TERNYATA COWOK ITU SEORANG HAFIDZH JUGA SEORANG GUS YANG SIKAPNYA SANGAT BERBEDA DARI YANG LAIN?! "Kenapa? Habibati kaget? Sini, Sayang... Ambil mushafnya. Kita murojaah sama-sama. Bacaanmu tadi ada yang salah." Sikap cowok itu benar-benar berhasil membuat Abida tak pernah melisankan satu kata pun. Cowok itu benar-benar berbeda. Selain menyukai ubi Cilembu, Khair pun suka memuji, nyeleneh, mencibir, tersenyum sinis, dan seenaknya. Berawal antara kota Tarim dan Aleksandria yang membuat kisah mereka ada. Tak ada satu pun di antara mereka menyadari bahwa mereka pun pernah bertemu di tanah suci, Baitullah. "Pantesan dipanggil Bidadari." "Wajahmu adem." "Kamu, wangi." "Saya udah pesen, kamu tinggal bayar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines