Memoar Episode Luka (Tamat)

Memoar Episode Luka (Tamat)

  • WpView
    Reads 25,015
  • WpVote
    Votes 767
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing3h 3m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 1, 2022
"Selingkuh adalah akibat, maka pasti ada sebabnya." Apa yang bisa diharapkan dari sebuah pernikahan yang ternodai oleh perselingkuhan? Mengapa Alisha memilih bertahan dan menanti kembalinya sang suami, padahal punya segalanya untuk melanjutkan hidup sendiri? Atau mungkinkah, karena perselingkuhan suaminya adalah kesalahannya? Memoar Episode Luka bercerita tentang memaknai ujian kehidupan, penerimaan, dan menyadari bahwa hanya cinta saja tidak cukup untuk menjaga sebuah pernikahan. Dampingi perjalanan Alisha dalam menata hati hingga mengambil keputusan terbesar dalam kehidupan, yang mungkin saja, adalah bagian dari kehidupan seorang istri seperti yang kau kenal. *** PROLOG Kutatap suamiku yang terbaring tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Sangat dekat, sekaligus terasa sangat jauh. Seharusnya saat ini aku berada di dalam dekapannya dan merasakan kepuasan yang membahagiakan. "Mas..." Tidak sanggup aku berkata-kata. Dia menghela napas panjang lalu kembali terdiam sejenak, sebelum akhirnya berkata sambil menatap lurus ke depan. "Ga bisa, Sha. Aku udah ga ada rasa apa-apa sama kamu. Memang aku ga bisa menolak kalau kamu menggodaku seperti tadi. Aku laki-laki normal. Tapi semuanya udah beda." Mas Fahim beranjak berdiri dari ranjang kami menuju kamar mandi. Hal yang selalu dilakukannya selepas memadu kasih denganku. Bedanya, tidak ada kecupan di keningku kali ini. Tidak juga ada ucapan cinta yang terucap sambil berbisik di telingaku. Dia hanya pergi begitu saja meninggalkanku sendiri di ranjang yang terasa terlalu besar. Aku merasa sangat hina. Ingin rasanya aku menjerit sekuat tenaga, memakinya, memaksanya kembali, dan meluapkan segala rasa yang menyesakkan hatiku. Namun bukankah aku yang begitu yang membawa kami pada kebisuan ini? Maka untuk entah ke berapa kalinya minggu ini, aku hanya bisa menangis tanpa suara, memeras dada yang terasa nyeri.
All Rights Reserved
#9
selingkuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Breath Isn't Mine Anymore
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐛𝐚𝐝𝐢 | 𝐎𝐆
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • MY AYDEN DARHWISH [C]
  • Lelaki Itu Takdirku
  • SIAPA? |✓|
  • 3 Gadis Bunga (C)
  • Eye Want U
  • BENAR UNTUKMU [C]

"Nama aku bukan Zaki... tapi semua orang di sini terus memanggilku begitu." "Zaki! Fokus, pasien ini bisa mati!" "Aku bukan dokter... aku cuma... perawat..." "Kalau begitu, jadilah dia. Karena kalau tidak, kita semua akan kehilangan lebih banyak nyawa malam ini." --- Dika baru saja menyelesaikan shift panjang di rumah sakit. Matanya lelah, tubuhnya remuk, tapi hatinya tenang. Ia mencintai pekerjaannya sebagai perawat. Hidupnya sederhana: kerja, pulang, istirahat. Tak ada drama. Tak ada kejutan. Sampai sebuah truk menghantam mobilnya di tengah hujan deras. Saat ia membuka mata lagi... dia bukan Dika. Semua orang memanggilnya Zaki. Dr. Zaki. Bukan di rumah sakit tempat ia bekerja, tapi di sebuah rumah sakit lapangan, dalam dunia kacau penuh suara letusan, luka tembak, dan pasien berdarah. Tak ada waktu untuk panik-karena semua orang bergantung padanya. Dika harus berpura-pura menjadi Zaki, dokter yang tampaknya dihormati sekaligus dituntut banyak. Dalam tubuh yang bukan miliknya, ia harus menjahit luka, menolong persalinan, merancang evakuasi-semua di tengah medan perang yang ia tak tahu dari mana asalnya. "Aku bukan Zaki. Tapi... jika aku menyerah, semua ini akan sia-sia." Setiap keputusan bisa menyelamatkan nyawa, atau menghancurkan semuanya. Dika harus menemukan cara untuk bertahan-bukan hanya dari ancaman luar, tapi juga dari dirinya sendiri. Apakah ini hanya mimpi buruk? Hukuman? Atau... kesempatan kedua?

More details
WpActionLinkContent Guidelines