PENGHUJUNG SENJA

PENGHUJUNG SENJA

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta mungkin memang ada, mungkin juga tidak ada. "Aku tidak tau" Kataku. Aku?.. ya, Seseorang yang bodoh terus berharap walaupun seribu kali ditolak kehadirannya. "I love you" Ucapku pelan. sangat pelan bahkan nyaris tak terdengar seseorang di depanku. "Aku mungkin bisa bertarung dengan seribu orangpun yang menaruh hati padamu, namun nyatanya aku mundur begitu saja saat ada satu orang yang kau taruh hari padanya." Tambahku. ... "Ayesha!!! I love you! dan harusnya kamu sadar gue ngga pernah main-main!" Ucapnya dingin. ... Update setiap hari:)... TBC
All Rights Reserved
#427
married
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • BETWEEN
  • Trial & Error
  • Ainslleya - Ainsleya : [ Anne Of Green Gables ]
  • Mengapa Kita? (Usai√)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines