college time.

college time.

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 3, 2022
Cerita ini tentang Sierra Adeline yang di jodohkan dengan seorang ceo muda ternama yang bernama Mahendra Xendrick. Sierra yang kini sedang melanjutkan S2-nya di Universitas Indonesia dengan jurusan kedokteran. Seorang gadis yang memiliki wajah cantik dengan lesung pipi di kedua pipinya menambah kesan manis. Gadis pencinta susu karamel dan keju ini memiliki wajah yang selalu ceria. Dia juga mempunya sahabat lelaki yang bernama Daniel Rossler, mereka sudah bersahabat sejak sekolah dasar. Sayangnya Daniel sendiri memiliki persaan lebih kepada Sierra, dan ia harus merelakan perasaannya agar pernikahan Sierra dan Mahen berjalan lancar. Awalnya ia kira Sierra bahagia bersama Mahen, namun ternyata dugaannya salah. Ia salah besar sudah percaya dengan orang yang baru ia dan Sierra kenal. Masalah yang terus menerus datang membuat hubungan pernikahan Sierra dan Mahen tak berjalan mulus. Dapatkah Sierra dan Mahen mempertahankan hubungan keduanya? Atau mungkin sebaliknya? Lalu bagaimana dengan Daniel? Apakah ia mendapatkan seseorang pengganti Sierra? Cari tau semuanya dengan baca cerita ini sampai selesai yaa.. **** "Papah mau jodohin kamu sama anak temen papah," ucap Dito yang membuat Sierra dan Kenzo membulatkan matanya. "Hah? Pah yang bener aja masa aku di jodohin si? Aku bisa cari pasangan aku sendiri pah," ujar Sierra, tak terima. "Tapi papah sudah merencanakan ini sejak kalian masih kecil, Sierra," jelas Dito. **** Mahen mengambil nafas dalam lalu dibuang secara perlahan sebelum membalasnya "Saya terima nikahnya dan kawinnya Sierra Adeline binti Dito Pradikta dengan maskawinnya yang tersebut, tunai." "Para saksi bagaimana, sah?" "SAH!" **** START : 06-06-2022 FINISH : Halo guys ketemu lagi di cerita kedua aku, ini bener-bener cerita karangan dan haluan aku, ga ada satu kata pun yang aku ambil dari karya orang lain ya! ⚠️Warning!⚠️ semua pict yg ada disini dari pinterest ya❗ PLAGIAT JAUH JAUH DEH! HAPPY READING GUYS!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • MAS SUAMI (END)
  • Mantanku CEO, Suami pun CEO
  • Cinta Datang Karena Terbiasa (Competed)
  • My Dear Husband (COMPLETED)
  • IRIDESCENT ✔
  • DARA || [young marriage]
  • Perjodohan
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Mr Dodol And Ms Cendol

💕sudah tamat di karyakarsa.💕💕 "Ayah sudah memutuskan." Nada suaranya berat, penuh otoritas. "Apa?" "Kamu akan menikahi putrinya Bram." Dentingan halus terdengar saat gelas wiski itu diletakkan di atas meja. Pria yang dipanggil Sagara Caesar Majendra mengangkat dagunya sedikit, menatap lawan bicaranya dengan ekspresi tak terbaca. "Pernikahan bisnis?" Suaranya terdengar datar, nyaris tidak menunjukkan emosi. "Lebih dari itu." Hening. Pria tua itu Majendra mengamati putranya dengan tatapan penuh perhitungan. "Ini bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang mempertahankan keseimbangan. Kamu tahu bagaimana dunia ini bekerja, bukan?" Sagara menahan desahan napasnya. Tentu saja dia tahu. Dunia ini tak pernah menawarkan kebebasan bagi orang sepertinya. Pernikahan bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuatan, strategi, dan kepentingan. "Aku enggak butuh istri Yah," katanya akhirnya. Majendra menyeringai tipis. "Bukan soal kamu butuh atau tidak. Ini tentang kelangsungan Amores Corp. Tanpa aliansi yang kuat, kamu hanya akan jadi incaran yang lebih mudah." Sagara menyandarkan punggungnya, tangannya terlipat di depan dada. Ia tahu tak ada gunanya berdebat. "Apa perempuan itu tahu soal ini?" tanyanya, masih dengan nada dingin. Majendra tertawa kecil. "Belum. Bram bilang putrinya itu tak tertarik dengan dunia kita. Dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter." Sagara mengangkat alis tipis. "Dokter?" Majendra mengangguk. "Ya. Dan tidak ada yang tahu siapa ayahnya sebenarnya. Bramantyo menyembunyikannya dari dunia luar." Sagara menatap kosong ke arah meja. Menikahi seseorang yang bahkan tidak tahu identitas aslinya? Terdengar seperti lelucon. "Apa dia setuju?" Majendra tersenyum samar. "Dia tak punya pilihan. Sama seperti kamu." Dada Sagara terasa sesak. Sekali lagi, hidupnya bukan miliknya sendiri. Di tempat lain, seorang wanita tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, tanpa menyadari bahwa hidupnya akan berubah selamanya. (Start 11022025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines