AL: Stand Alone [END]

AL: Stand Alone [END]

  • WpView
    LECTURAS 5,117
  • WpVote
    Votos 663
  • WpPart
    Partes 29
WpMetadataReadConcluida mar, mar 18, 2025
"Kenapa baru sekarang kamu cari dia, disaat dia udah gak ada? Lalu sadar? Bahwa kehadirannya begitu berharga?" Pernah tidak kalian merasa sendiri? Sepi? Sunyi? Tak ada yang menemani? Bercerita pada teman saja belum tentu ada yang bisa mengerti. Ketika keadaan dalam hidup, mengharuskan kita berdiri di atas kaki sendiri. Arkana Syailendra Putra Wicaksono. Nama yang sangat indah, bukan? Namun, apakah hidupnya seindah namanya? Arkana sungguh berbeda dari remaja lelaki yang kau kenal, sederhana dan punya banyak impian dalam hidupnya. Arkana memiliki kesabaran yang bahkan mungkin tidak dapat kau pahami, walaupun kau mencoba untuk memahaminya sekuat tenaga. Hatinya sangat kuat dan tegar, bahkan ketika ia tidak diinginkan oleh teman-temannya di SMA NAGRAHA. Berada dalam kondisi ekonomi yang berbeda dengan teman-temannya. Arkana yang berusaha menjalani semua yang sudah terjadi, tegar dan kuat dalam menghadapi perjalanan ini, meski tak mudah untuk dilakui.
Todos los derechos reservados
#383
arkana
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Goodbye Alaska [END]
  • Waktu?
  • You Are Mine [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Diary Zofanya
  • Perihal Waktu
  • ruang

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido