Four Destinies

Four Destinies

  • WpView
    Odsłon 377
  • WpVote
    Głosy 40
  • WpPart
    Części 13
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., sie 8, 2023
WpInfo
Fikcja
Romans
"Kayanya emang kita di takdirkan buat ketemu," ucap Caca pada ketiga sahabatnya. "Sebenarnya kalau gue bisa atur takdir,gue bakal milih buat gak ketemu kalian." Ucap Ara menimpali. Ketiga sahabatnya menatap Ara heran. "Kenapa?" tanya Ata. "Karena gue gak bakal sanggup kalau nanti akhirnya kita bakal kepisah,"ujarnya pada ketiga sahabatnya. Shena yang mendengar itu menoleh malas ke arah Ara, "Mulai lagi drama nya" ucap nya. "Sudah-sudah, di dunia ini emang gak ada yang bakal netap, semua hanya titipan. So people come and go" sambung Caca. "Yang pergi bakal terganti." Sambung Shena. "Eakkk siapa tuch contoh nya," ujar caca sembari melirik Ara sekilas. Ara menatap keduanya malas. "Gue udah mupon, ingat itu" "Siapp si paling mupon." Jawab Ata. Keempat nya tertawa bersama, tak lama suara adzan asar terdengar. "Kuy sholat, dah di panggil ayang" ucap Caca. "Kalau yang ini ayang nya wajib di bagi empat ya..."seru Shena. "Engga empat lagi, seluruh bumi kayak nya." Saut Ara. Keempatnya berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat asar. ©©© Sebagaimana ditentukan dalam Al-Qur'an. "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan al-qadar (takdir)" (QS Al-Qamar:49). ©©© Cerita jernih hasil dari pemikiran sendiri, no copas dari cerita-cerita lain. Terefrensi dari beberapa drama yang saya tonton. Cerita di ambil dari empat sudut pandang.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#1
ata
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  •  Alna Untuk Aksa [END]
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • GRIZLEN {On Going}
  • PEMERAN UTAMA season 1
  • Why Friend?
  • Lingga [SELESAI]
  • LEITHLEACH
  • Rara [ Proses Penerbitan ]

END [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Dan aku akan jadi kaki sebelah kiri kamu Sa- aku akan selalu ada buat kamu." "Bahkan aku bisa donorin mata aku, buat kamu Sa." "Aku rela ga bisa lihat, asal kamu baik baik aja." "Jangan kaya gini, aku mohon jangan jauhin aku." "Ngga, sekarang kamu tidur ya. Nanti besok kamu pulang dulu, ganti baju terus istirahat. Nanti kita ketemu dan ngobrol panjang lagi." Kalimat panjang yang terakhir Alna dengar, sebelum sosok itu benar benar hilang. Kehilangan itu terjadi, Aksa ada namun rasanya yang sudah tidak ada, itulah yang dirasakan Alna. Kalau satu kaki aja Aku ga bisa lindungin kamu, gimana sama dua kaki yang gak ada gunanya Al?- Dan nyatanya, mereka hanya bertemu lagi tanpa mengobrol panjang seperti apa yang Aksa ucapkan. 🦋 H A V E F U N 🦋 Dilarang keras copy paste cerita🙏🏻👍🏻 [VOTE SESUDAH MEMBACA]

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści